logo


Menko PMK Harap Hasil JFSS-4 Berkontribusi Membangun Kedaulatan Pangan

Menko PMK juga memberikan apresiasi pada penyelenggaraan JFSS-4 dan berharap hasilnya dapat mendorong percepatan perwujudan kedaulatan pangan Indonesia.

10 Maret 2018 02:00 WIB

Menko PMK Puan Maharani
Menko PMK Puan Maharani Dok. Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting dan strategis bagi Indonesia dan masih perlu upaya-upaya meningkatkan kualitasnya. Menko Puan berharap kemajuan di sektor pertanian akan mempercepat perwujudan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. 

"Kemajuan di sektor pertanian dengan petani yang semakin sejahtera, akan mempercepat upaya kita bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan," ujar Menko PMK Puan Maharani menutup Jakarta Food Security Summit-4, Jumat (9/3) .

Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga memberikan apresiasi pada penyelenggaraan JFSS-4 dan berharap hasilnya dapat mendorong percepatan perwujudan kedaulatan pangan Indonesia. 
"Semoga hasil dari Jakarta Food Security Summit ini dapat berkontribusi dalam membangun kedaulatan pangan Indonesia," tambah Menko Puan.


Pimpin RTM Bantuan Sosial Pangan, Menko PMK Pastikan Penyalurannya Berjalan Lancar

Disampaikan Menko PMK, sektor pertanian memberikan kontribusi 13 persen PDB (nomor 3 terbesar dari 9 sektor lainnya), dan nilainya mencapai lebih dari Rp 1.800 triliun per tahun. Tenaga kerja yang berasal dari sektor pertanian juga mencapai 39 juta orang (atau 32% dari jumlah penduduk Indonesia yang bekerja). Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian rata-rata mencapai 3,4%.

Peningkatan SDM Petani

Untuk meningkatkan SDM petani, saat ini pemerintah telah melakukan revitalisasi vokasional yang menjangkau 558 perusahaan dan 1.537 SMK. Khusus revitalisasi vokasional di bidang pertanian terdapat kerjasama 150 perusahaan dan 694 SMK. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menguatkan SDM petani adalah membangun kolaborasi dan sharing kemitraan. 

"Salah satu upaya yang strategis untuk dilakukan dalam mempercepat penguatan kapasitas SDM petani Indonesia adalah dengan membangun kolaborasi dan sharing melalui kemitraan dengan korporasi", ujar Menko PMK.

Disampaikan Menko PMK, korporasi memiliki akses modal, teknologi, tenaga ahli, dan pasar, yang dapat dimanfaatkan oleh petani-petani. Kolaborasi dalam kemitraan petani dan korporasi dapat dilakukan antara lain melalui Pola Inti - Plasma, kolaborasi kemitraan dimana korporasi sebagai inti membina dan mengembangkan plasma yang berbasis petani. Bisa juga dilakukan dengan kolaborasi korporasi dan petani dalam membangun kawasan pedesaan sebagai sentra komoditi. Melalui kolaborasi ini baik petani dan korporasi sama-sama mendapatkan keuntungan dan manfaat yang setara. 

"Kemitraan petani dan korporasi, harus dibangun dalam semangat gotong royong, yang berarti kerja bersama untuk kepentingan bersama", tambah Menko PMK. 

Acara yang mengangkat tema "Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan melalui Kebijakan dan Kemitraan" ini digelar 8 hingga 9 Maret ini telah dikunjungi lebih dari 1.500 pengunjung. Pada penyelenggaraannya yang ke-4 ini, JFSS diharapkan mampu menjadi platform yang mampu menyatukan kepentingan dari stakeholdernya antara lain pemerintah, swasta, dan petani. Acara yang diselenggarakan oleh Kadin ini memang bertujuan untuk membahas penguatan pangan nasional melalui upaya-upaya  pertanian untuk mensejahterakan petani. 

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Ketua Kamar Dagang dan Industri Roslan P. Roeslani, dan Ketua Dewan Pengarah JFSS-4 Franky Oesman Widjaja.

Gelar Asean Farmer YouthCamp, Pemuda Tani Dorong Kedaulatan Pangan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan