logo


Gandeng Kemnaker, Wall Street English Indonesia Komitmen Tingkatkan Bahasa Inggris Buruh Migran

Salah satu kelemahan tenaga kerja Indonesia dalam bersaing di tingkat global adalah kemampuan berbahasa Inggris.

8 Maret 2018 18:15 WIB

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Satrio Lelono (kiri) usai melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Wall Street English Indonesia, yang diwakili oleh Kish Gill, Presiden Direktur Wall Street English Indonesia (kanan)
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Satrio Lelono (kiri) usai melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Wall Street English Indonesia, yang diwakili oleh Kish Gill, Presiden Direktur Wall Street English Indonesia (kanan) Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di awal tahun 2018 ini, Wall Street English (WSE) Indonesia dengan bangga memulai tahun dengan pembukaan cabang flagship terbaru yang berlokasi di Pacific Place, Jakarta Selatan.

Kish Gill, Presiden Direktur Wall Street English Indonesia, mengatakan, Wall Street English Pacific Place memiliki konsep berbeda dalam hal desain maupun program belajar yang disediakan. Mengingat pentingnya professional development dalam perkembangan karir member, Wall Street English Indonesia memberikan inovasi terbarunya yang disebut “WSE Professional”.

“Selain memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris dengan metode yang telah terbukti, WSE Professional juga memberikan member dengan pengetahuan dan keterampilan yang berguna dalam ruang lingkup bisnis dan professional,” papar Kish saat acara temu media di Pasific Place Mall, Jakarta, Kamis (8/3).


Genjot Talenta Periklanan Lokal, Growinc Group Indonesia Gelar #SeringSharing

Kish melanjutkan, dengan dibukanya cabang Wall Street English Pacific Place, WSE Indonesia berharap untuk terus dapat senantiasa melayani masyarakat Indonesia untuk meraih cita-cita dan ikut serta dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf kehidupan masyarakat Indonesia.

“Hal ini akan terus menjadi motivasi bagi Wall Street English Indonesia untuk selalu menjadi yang terdepan,” ujar Kish.

Pada kesempatan ini, Wall Street English Indonesia juga melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk penyediaan pelatihan kemampuan bahasa Inggris bagi para buruh migran Indonesia yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja agar mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih baik di luar negeri.

Dalam pendatanganan tersebut, Kemnaker RI diwakili oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Satrio Lelono.

"Kami merasa senang dapat bekerjasama dengan Wall Street English Indonesia dan juga sangat menghargai usaha yang mereka lakukan dalam meningkatkan daya saing masyarakat kita. Program percontohan yang telah dilakukan di BBPLK Bandung berjalan dengan sangat baik, hal ini dilakukan untuk membekali pekerja migran dengan berbagai keterampilan dalam berbahasa Inggris seperti teknik wawancara, menulis riwayat hidup, dan kode etik perusahaan untuk memaksimalkan peluang karir mereka di kancah internasional," ucap Satrio Lelono.

Lebih jauh, Satrio menuturkan bahwa salah satu kelemahan tenaga kerja Indonesia dalam bersaing di tingkat global adalah kemampuan berbahasa Inggris.

“Kemampuan teknis kita tidak kalah, keunggulan hospitality kita unggul, tapi begitu kemampuan bahasa Inggris kita kurang. Nah ini yang membuat tenaga kerja kita kalah bersaingn dari negara-negara lain, seperti Malaysia, Filipina, dll,” ujar Satrio.

Satrio melanjutkan, bahasa Inggris merupakan salah satu nilai jual di pasar internasional. Oleh karena itu Kemnaker mengaku menyambut baik kerjasamanya dengan WSE Indonesia ini dalam rangka peningkatan kualitas SDM Indonesia.

“Terima kasih ke WSE yang telah membantu kami dalam memberikan kemampuan berbahasa Inggris kepada tenaga kerja Indonesia, baik itu dalam hal melakukan teknik wawancara ataupun bagaimana cara menyusun CV, dll. Dan ini sangat dibutuhkan SDM kita dalam meningkatkan kualitasnya di segala bidang. Saya berharap kerjasama ini tidak berhenti di sini saja, mudah-mudahan nanti seluruh SDM kita di seluruh Indonesia juga bisa memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Sehingga nantinya SDM kita ini memiliki kemampuan teknis dan kemampuan lainnya yang lebih mumpuni. Terutama TKI yang ada di luar negeri nantinya bisa bersaing dengan tenaga keja dari negara lainnya,” tandas Satrio.

Di kesempatan tersebut, David Kedwards, CEO dari Wall Street English International, mengaku sangat mendukung WSE Indonesia Indonesia dalam upayanya membuat masyarakat Indonesia lebih fasih lagi dalam berbahasa Inggris

Ia pun menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen teguh kepada Indonesia sebagai salah satu dari pasar inti WSE.

“Kami juga merasa senang dapat terus melihat setiap perkembangan dan inovasi yang dilakukan oleh Wall Street English Indonesia dan berjanji untuk terus memberikan dukungan penuh kepada para mitra lokal dan PemerintahanRepublik Indonesia dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia. Kami berharap dapat membangun dan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia di waktu yang akan dating,” tandas David.

 

Buka Cabang Baru di Pacific Place, Ini Konsep Unggulan yang Diusung Wall Street English Indonesia

Halaman: 
Penulis : Riana