logo


Gelar RUPS, Pertamina Rosneft Petrokimia dan Pengolahan Tetapkan Manajemen Baru

Pertamina dan Rosneft telah menstrukturkan organisasi di PT.PRP&P sesuai dengan tahapan proyek saat ini yaitu tahapan Project Development.

7 Maret 2018 10:31 WIB

Ilustrasi gedung Pertamina.
Ilustrasi gedung Pertamina. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia pada hari Selasa, tanggal 6 Maret 2018 kemarin, menggelar RUPS dengan agenda penetapan struktur Direksi dan Dewan Komisaris di perusahaan patungan (joint venture) PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia. Dalam RUPS tersebut ditetapkan Amir Siagian sebagai Direktur PT PRP&P dan Alexander Dimitry sebagai Chief Financial Officer & General Support. Pada jajaran Komisaris ditetapkan Alexander Tumanov sebagai Presiden Komisaris Rosneft, Alexander Zubchenko sebagai Komisaris dan Gigih Prakoso sebagai Wakil Komisaris Utama serta Gigih Wahyu Irianto sebagai Komisaris. 

Penetapan jajaran direksi dan komisaris tersebut dilaksanakan kurang lebih 4 bulan setelah perusahaan patungan PT. Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia resmi didirikan pada tanggal 28 November 2017. Dalam RUPS yang dihadiri oleh Direktur PT. KPI, Achmad Fathoni, dan Ang Meng Hai Markus David sebagai Direktur Rosneft Singapore, juga dilaksanakan penandatanganan akta penundukan diri atau Deed of Accession bahwa PT. PRP & P menyanggupi dan berjanji kepada Rosneft Singapore dan PT. KPI sebagai pemegang saham untuk melaksanakan kewajiban yang dinyatakan dalam perjanjian usaha patungan (Joint Venture Agreement) tanggal 5 Oktober 2016 dan terkait penetapan auditor perseroan. 

“Point lainnya yang kita bahas dalam RUPS ini adalah kesepakatan untuk menentukan financial auditor yang dirasa sangat penting bagi kita. Salah satu kesepakatannya adalah pada tahun pertama ini kita akan lakukan audit,” ujar Presiden Direktur PT. PRP & P, Amir Siagian. 


Buka di Sydney, Pertamina Lubricants Lebarkan Sayap di Negeri Kangguru

Amir menambahkan, Pertamina dan Rosneft telah menstrukturkan organisasi di PT. PRP & P sesuai dengan tahapan proyek saat ini atau tahapan Project Development. Saat ini sedang dalam proses persetujuan untuk selanjutnya dilakukan proses perekrutan untuk mengisi posisi-posisi yang dibutuhkan untuk dapat melakukan kegiatan perusahaan terutama untuk kegiatan engineering yang akan dimulai pada tahun ini.” 

“Manfaat dibangunnya kilang NGRR Tuban ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa kemandirian dan ketahanan energi” tutup Amir. 

Dukung Mandatori B20, Kementerian ESDM Serahkan Aset BBN ke Pertamina

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan