logo


Bukan Karena Tahun Politik, Ini Alasan Harga Premium dan Solar Tak Naik Hingga 2019

Jonan mengatakan, hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

6 Maret 2018 13:38 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjajal mobil listrik buatan ITS.
Menteri ESDM Ignasius Jonan menjajal mobil listrik buatan ITS. Dok. Kementerian ESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan,  memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar hingga 2019 mendatang. Diakuinya, hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia pun lantas menegaskan, upaya menjaga harga Premium dan Solar tidak naik hingga 2019 bukan karena tahun politik. Melainkan, dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat.

"Tarif listrik Premium dan Biosolar itu tidak akan berubah. Nanti ada yang tanya tahun Pemilu? Ini karena daya beli masyarakat saja," tegas Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (5/3).


Harga Minyak Dunia Naik, KESDM Prediksi Setoran PNBP Lebih Tinggi

Meski begitu, Jonan menyebut, pemerintah akan mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali harga premium jika harga minyak mentah sudah menembus harga US$ 100 per barel. 

"Arahan Pak Presiden dan sesuai kesepakatan Pertamina, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, dan saya melaporkan ke Pak Presiden BBM penugasan yang Gasoline Ron 88 atau premium harganya tetap dipertahankan tidak naik. Ini semaksimal yang kami bisa, kalau nanti ada tanya kalau harga crude oil US$ 100 per barel bagaimana, ini kami tinjau lagi. Tapi prinsipnya kami putuskan tidak naik," jelas Jonan.

Sementara itu, untuk Gasoil 48 atau solar, pemerintah akan berkonsultasi dengan Komisi VII DPR untuk menambah subsidi solar. 

"Gasoil 48 atau biasa disebut biosolar atau solar ini juga dipertahankan tidak naik. Kami akan konsultasi dengan Komisi VII karena Komisi VII juga mendukung ada BBM Penugasan dan solar jangan naik karena daya beli masyarakat belum meningkat. Prinsipnya tidak naik. Kami minta dukungan Komisi VII untuk kompensasi kepada Pertamina seperti apa," pungkas Jonan.

KESDM Usulkan Tambahan Subsidi Solar Jadi Rp 700

Halaman: 
Penulis : Riana