logo


Ini Tantangan Jokowi untuk Dunia Kampus. Sanggup?

Kampus harus mampu memanfaatkan peluang itu dengan melahirkan inovasi tepat guna

15 Februari 2018 21:10 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12).
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12). Biro Pers Setpres

MAKASSAR, JITUNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menantang pihak perguruan tinggi untuk berani melakukan terobosan baru termasuk diantaranya dengan membuka fakultas yang inovasi dan mengikuti perkembangan zaman.

Presiden RI Joko Widodo di Makassar, Kamis (15/2/2018), mengatakan, jika misalnya universitas itu berdiri di daerah kepulauan, maka bisa memberikan kontribusi lebih terhadap upaya pemanfaatan pantai atau laut dan itu bisa menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan kampus yang ada diperkotaan.

"Tentu membuka fakultas yang berkaitan dengan pembudidayaan ikan, pengolahan hasil laut, pemberdayaan budaya bahari, dan sebagainya," katanya pada acara Forum Rektor Indonesia (FRI) di Gedung AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2/2018) seperti yang dilansir Antara.

Begitupun dengan kampus yang berdekatan dengan lokasi pertanian, kata dia, kampus tersebut seharusnya mampu memanfaatkan peluang itu dengan melahirkan inovasi tepat guna yang bisa membantu peningkatan produksi petani dan masyarakt di sekitarnya.

Adapun fakultas yang bisa dikembangkan tentu yang berkaitan dengan permasalan lahan efektif dan efisian, teknologi peningkatan hasil dari peternakan, dan industri pengolahan, energi inovasi dan sebagainya.

Sementara saat ini, dimana penjualan secara online atau e-commerce begitu meningkat tajam, lanjut dia, juga bisa dimanfaatkan dengan berani membuka fakultas digital ekonomi.

Termasuk pula dengan fakultas life style, fakultas manajemen ritel, fakultas manajemen logistik, fakultas jasa, fakultas industri olahraga hingga fakultas manajemen sepak bola agar prestasi sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi kedepan.

"Coba nanti bisa difikirkan, misalnya digital ekonomi ataupun fakultas manajemen logistik yang belakangan ini begitu marak soal pengiriman barang antar daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap perguruan tinggi itu situasinya tidak sama. Ada yang memang sudah bisa masuk wolrd class university, adapula yang perguruan tinggi yang masih bermasalah namun yang penting dua-duanya itu sudah memberikan kontribusi bagi masyarakat.

"Saya kembali ingatkan tidak semua peruruan tinggi harus berstatus world class, tetapi semua universitas harus selalu relevan dan perlu berkontribusi kepada masyarakat sekitarnya.

Sebut Jokowi Kehilangan Pendukung dari Kalangan Terdidik, Demokrat: Masih Ada yang dari Tidak Terdidik

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas
×
×