logo


Migrant Care: Status Adelina TKI tak berdokumen tak boleh jadi alasan pengungkapan kasus berhenti

Sejauh ini, tiga orang telah ditahan terkait penyiksaan Adelina. Dua orang merupakan kakak-beradik yang salah satunya adalah majikan Adelina.

15 Februari 2018 21:05 WIB

TKI Adelina yang meninggal di Malaysia
TKI Adelina yang meninggal di Malaysia Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - NGO peduli Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Migrant Care mengutuk keras peristiwa naas yang menimpa seorang TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) , Adelina Jemira. Migrant Care mendesak agar peristiwa itu diusut tuntas.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus itu, Adelina tak hanya disiksa, tapi juga dipaksa tidur di luar rumah bersama seekor anjing saban malam selama sebulan lebih.

Perempuan muda ini tak tertolong jiwanya setelah ditemukan dalam kondisi tak berdaya di emperan halaman majikannya di kawasan Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Penang, Malaysia.

Anggota Parlemen Malaysia dari bukit Pertajam, Steven Sim Chee Kong menuturkan, Adelina pernah sempat mengaku selama sebulan terakhir dipaksa tidur di luar rumah bersama anjing piaraan majikan, tak diberi makan dan mengalami penganiayaan.

Sebelum meninggal,  Adelina dirawat di RS Bukit Mertajam dalam kondisi yang penuh luka.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, mengatakan kematian Adelina memperpanjang daftar kematian buruh migran Indonesia asal NTB yang ditahun 2017 mencapai 62 orang.

Atas kasus ini, Migrant CARE mendesak pengusutan tuntas kasus ini agar majikan mendapatkan hukuman yang berat dan setimpal atas kekejiannya.

"Migrant CARE juga mendesak ada pengusutan dugaan bahwa Adelina adalah korban perdagangan manusia," ucap Wahyu seperti dilansir Suara Merdeka.

Wahyu juga menandaskan, pernyataan pihak perwakilan RI di Penang (KJRI Penang dan KBRI Kuala Lumpur) bahwa Adelina adalah PRT migran Indonesia yang tidak berdokumen tak boleh menjadi alasan untuk tidak menangani kasus Adelina.

"Kasus ini harus dituntaskan sebagai bentuk komitmen perlindungan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri," katanya.

Gara-gara Cuitan Twitter, Fahri Hamzah Kembali Dilaporkan Ke MKD

Pembicaraan TKI di Saudi Harus Jadi Topik Prioritas

Penulis : Marselinus Gunas