logo


Setelah KPK, Sekarang Giliran Pendukung Pasal Penghinaan Presiden yang Diminta ke Korea Utara

Alasan dia menolak pasal penghinaan presiden, karena menurutnya presiden harus siap menerima kritikan

15 Februari 2018 07:45 WIB

Politisi Partai Gerindra Habiburokhman.
Politisi Partai Gerindra Habiburokhman. detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COMPasal penghinaan Presiden yang tengah digodok oleh DPR dalam revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Hal itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Djarot Dapat Nomor Urut 2, Habiburokhman: Kalah Dua Kali

Sama seperti Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang menyuruh KPK untuk ke Korea Utara. Sekarang giliran politikus Gerindra, Habiburokhman, yang menyuruh pendukung pasal penghinaan Presiden untuk pergi ke Korea Utara.

"Pendukung pasal penghinaan Presiden monggo ke Korea Utara," ujar Habiburokhman seperti dikutip dari akun Twitternya pada hari Kamis (15/2).


"KPK Itu Cocoknya Pindah ke Korea Utara, Jadi Aparatnya Kim Jong Un"

Alasan dia menolak pasal penghinaan presiden, karena menurutnya presiden harus siap menerima kritikan.

"Semua orang tidak suka dihina, tapi Presiden sebagai petugas rakyat harus siap dikritik. Tolak pasal penghinaan Presiden," lanjutnya.

"Pernyataan yg selalu diulang2 : hinaan beda dengan kritikan. Tapi coba buat rumusan yg jelas secara hukum soal perbedaannya, sulit atau bahkan gak bisa khan," ujar Habiburokhman.

Seperti diketahui, Fahri Hamzah angkat bicara mengenai OTT yang gencar dilakukan KPK. Menurut Fahri, cara KPK itu tidak bisa diterapkan di negara demokrasi. Ia bahkan mengatakan bahwa lembaga antirasuah itu lebih cocok berada di Korea Utara menjadi aparatnya Kim Jong Un.

"KPK itu cocoknya pindah ke Korea Utara saja. Suruh jadi aparatnya Kim Jong Un itu cocok dia. Nggak bisa dia di negara demokrasi," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (14/2).

KPK Disuruh Pindah ke Korut, Saut Situmorang: Bro Fahri Hatinya Baik kok

Penulis : Aurora Denata