logo


Pemuka Agama Diserang, Ketua GNPF: Jangan Anggap Kriminal Biasa

Ketua GNPF MUI, Bachtiar meminta aparat untuk mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut.

14 Februari 2018 02:00 WIB

Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir.
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMKetua GNPF MUI, Bachtiar Nasir mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa tokoh agama beberapa waktu belakangan ini. Bachtiar meminta aparat untuk mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut.

"Saya berharap khususnya kepada aparat kepolisian untuk secepat mungkin menyelesaikan kasus ini dan jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan yang pada akhirnya melukai rasa keadilan umat," kata Bachtiar di AQL Islamic Centre, Tebet, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (13/2).

Ia menilai adanya tidak keadilan dalam menangani kasus penyerangan ini. Contohnya, ketika kasus penyerangan di Gereja Santa Lidwina Sleman, Yogyakarta, Densus 88 turun tangan menangani masalah ini.


Teror Pemuka Agama, Fadli Sebut Ini Teguran Bagi Kedisiplinan Pemerintah

"Kelihatannya kesigapan aparat khususnya Densus 88 dalam menyikapi yang jelas-jelas pembunuhan ini, dibanding gereja kelihatannya ada ketidakadilan," ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini bisa disebut aksi terorisme jangan dianggap sebagai tindakan kriminal biasa.

"Ini sudah suatu teror sebetulnya yang harus disikapi secara cepat oleh badan anti teror, jangan menganggap ini sebagai kriminal biasa," ujar Bachtiar.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu terjadi penganiayaan terhadap pemimpin Ponpes Al-Hidayah, Kiai Haji Umar Basri, di Bandung, lalu pengusiran biksu di Tangerang, dan terakhir penyerangan di Gereja Santa Lidwina di Yogyakarta yang melukai empat orang termasuk Romo Karl Edmund Prier pada hari Minggu (11/2).

Angka 212 Digunakan Banyak Kelompok, Ketua GNPF: Hak Mereka Asal untuk Persatuan Umat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata