logo


Komentari OTT Marianus Sae, Politisi Golkar: Kalau belum siap keuangan, jangan paksa nyagub

Marianus diduga terjerat kasus penyuapan terkait sebuah proyek di Kabupaten Ngada, Flores, NTT

13 Februari 2018 20:58 WIB

Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng.
Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng mengaku prihatin dengan tertangkapnya Bupati Ngada, NTT dalam operasi tangkap tangan (OTT). Marianus dicokok KPK pada Minggu (11/2/2018) di sebuah hotel di Surabaya.

Mekeng adalah salah satu politisi Golkar asal NTT. Ia menyebut Marianus sebagai Kepala Daerah pertama dari NTT yang terjaring OTT KPK.

"Pertama sebagai orang NTT kita sedih ya, karena baru pertama kali orang dari NTT kena OTT," kata Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

Mekeng pun menyinggung terkait kasus yang menjadi alasan terjadinya OTT terhadap Marianus Sae.

"Kedua sudah harus merubah mindset kalau mau jadi Gubernur. Ini memang politik biaya tinggi kita ini. Jadi kalau mau calon apa pun, kalau belum siap keuangannya jangan paksa maju. Kalau paksa maju akhirnya kan cari-cari modal begini," jelasnya.

Mekeng berharap agar kasus yang melilit Marianus Sae saat ini bisa jadi pelajaran bagi banyak politisi, khususnya di NTT.


Sah Jadi Cagub NTT dan Dapat Nomor Urut Tiga, Benny Harman: NTT Sambut Pemimpin Baru

"Ini pelajaran buat yang lain. Jadi kalau mau maju dari jauh-jauh hari siap uang. Jangan pas sekarang ini tau tau kontraktor di kumpulin ambil uangnya, itu terlalu primitif menurut saya," tegasnya.

Marianus Sae secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (12/2/2018). Marianus dicokok KPK di Surabaya, Minggu (11/2/2018) melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Marianus diduga terjerat kasus penyuapan terkait sebuah proyek di Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan mengatakan, Marianus Sae diduga menerima suap senilai Rp 4,1 miliar yang berkaitan dengan proyek itu.

"Total uang, baik yang transfer atau cash, sekitar Rp 4,1 miliar. Itu yang kita ketahui," kata Basaria di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Berstatus Tersangka, Marianus Sae Absen di Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada NTT

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas
×
×