logo


Teror Pemuka Agama, Fadli Sebut Ini Teguran Bagi Kedisiplinan Pemerintah

Fadli menilai bahwa peristiwa kekerasan terhadap tokoh agama merupakan tamparan bagi pemerintah.

13 Februari 2018 17:14 WIB

Wakil Ketua DPR Fadli Zon
Wakil Ketua DPR Fadli Zon dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, meminta, agar aparat Kepolisian bergerak cepat dan transparan dalam menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap ulama yang terjadi di Jawa Barat dan penganiayaan terhadap pastur dan jemaat Gereja yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sri Mulyani Terima Penghargaan, Fadli Zon Sebut Tak Menguntungkan Indonesia

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak muncul spekulasi dan prasangka yang bisa memicu konflik di tengah masyarakat khususnya ketika kita telah memasuki tahun politik.

“Upaya-upaya yang mengarah kepada adu domba, membentur-benturkan masyarakat akan semakin banyak. Itu sebabnya pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan, harus bisa mengantisipasi agar peristiwa serupa tak terulang lagi,” ujar Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Selasa (13/2).


Fadli Zon Nyinyir Sri Mulyani, Ruhut: Ngaca Dong

Di sisi lain, Fadli menilai bahwa peristiwa kekerasan terhadap tokoh agama merupakan tamparan bagi pemerintah. Pasalnya, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah belum bisa memberikan jaminan rasa aman.

“Padahal, ulama, santri, pendeta, dan jemaat Gereja adalah warga negara yang berhak mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah. Apalagi, pemerintah juga baru menyelenggarakan musyawarah besar pemuka agama dan kerukukan bangsa pekan lalu. Kenapa tiba-tiba bisa muncul kejadian seperti ini? Ini teguran bagi kedisiplinan pemerintah, khususnya aparat keamanan,” tuturnya.

Sementara, dari sisi ekonomi, Fadli menjelaskan bahwa pemerintah harus segera ubah haluan pembangunan, dari semula berorientasi pada proyek dan mendatangkan investasi secara jor-joran menjadi lebih berorientasi pada pemerataan.

“Masyarakat yang selama ini dikesankan ayem, tentrem, tiba-tiba bisa berubah beringas? Benarkah ada masalah dengan toleransi, ataukah ada masalah lain yang bersifat struktural?,” tanya Fadli.

Lebih jauh, Fadli meminta agar menjaga perdamaian bukan hanya dengan semangat toleransi saja, tapi juga semangat menyingkirkan problem ketidakadilan sosial dan ketidakadilan ekonomi yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Pasalnya, dari data yang dimiliki ternyata tingkat ketimpangan ekonomi di Yogyakarta saat ini mencapai angka 0,44 atau jauh di atas tingkat ketimpangan ekonomi nasional yang berada di angka 0,39.

“Menciptakan toleransi merupakan tugas masyarakat, maka menciptakan keadilan sosial adalah tugas pemerintah. Saya mengajak dan mengimbau kepada para pemuka agama di Indonesia untuk turut menjaga dan menenangkan masyarakat,” tuturnya.

“Jangan kita mudah terpancing atau terjebak politik adu domba. Kekayaan kita yang paling berharga adalah bisa bersatu dalam kemajemukan. Kita harus menjaganya,” pungkasnya.

Soal Penyerangan Pemuka Agama, Fadli Duga Ada Oknum yang Berupaya Mengadu Domba

Penulis : Khairul Anwar, Riana