logo


Plt Dirjen Migas ESDM: Sekarang Mau Buka SPBU Gak Ribet Lagi..

Saat ini tidak perlu lagi perizinan yang panjang untuk membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

13 Februari 2018 14:39 WIB

Selang pengisian BBM.
Selang pengisian BBM. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Senin (12/2) kemarin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, baru saja menyederhanakan aturan di sektor minyak dan gas (migas).

Dan, salah satu aturan yang digabung adalah Permen ESDM No. 16/2011 dan Permen ESDM No. 26/2009 menjadi Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang kegiatan penyaluran BBM dan Liquified Petroleum Gas.

Adapun, terkait pemangkasan aturan tersebut, Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan, kemudahan yang bisa didapatkan diantaranya tidak perlu lagi perizinan yang panjang untuk membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).


SPBU Kompak Lahomi, Titik ke-32 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga

"Contoh gini nih kita menghapus, dulu orang mau bangun SPBU gampangnya gitu ya butuh 31 sertifikat perizinan segala macam, sekarang hanya 1 persetujuan layak operasi. Nah, itu kita serahkan ke badan usahanya aja untuk bertanggung jawab baik terhadap kelayakan desain dan inspeksi keselamatannya," beber Ego di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Ego menambahkan, untuk membuka SPBU kini tidak perlu menunggu selama 14 hari untuk mendapatkan persetujuan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM.

"Kemarin kan ribet, kamu ngelamar dulu ke Pertamina, Pertamina bikin kerja sama diseleksi, semua segala macam baru kirim ke Ditjen Migas. Ditjen migas bisa 14 hari setuju atau enggak. Sekarang gak perlu. Harga ditetapkan pemerintah kok," tukas Ego.

 

Pertamina Tertarik Bangun SPBU Berfasilitas SPLU

Halaman: 
Penulis : Riana
×
×