logo


Pengamat: Ahok Rubah Wajah Jakarta dengan Tiga Disiplin Ini

"Ahok telah meletakkan dasar-dasar baru fundamental pelayanan publik."

12 Februari 2018 14:23 WIB

Djarot temui Ahok di Lapas Cipinang.
Djarot temui Ahok di Lapas Cipinang. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banjir, kemacetan, dan birokrasi yang berbelit merupakan masalah yang terus dirasakan oleh warga Jakarta. Namun, di era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) warga merasakan pembenahan.

Jakarta memang perlu pemimpin berenergi besar untuk menggerakkan perubahan itu dalam waktu singkat. Perubahan itu bukan hanya interior atau warnanya. Ya, hal ini disampaikan oleh Guru Besar Universitas Indonesia, Reynald Kasali.

"Ahok telah meletakkan dasar-dasar baru fundamental pelayanan publik. Di dalamnya ada GCG (Good Corporate Governance) dan revolusi mental. Ada business model dan tekonologi baru," tulis Reynald yang dikutip dari buku Ahok di Mata Mereka, Jakarta, pada hari Senin (12/2).


Jika Bertemu Julianto Tio, Fifi: Saya Tanya Kenapa Saudara Tega, Kan Punya Anak Istri

Kata Reynald, Ahok senantiasa menerapkan tiga disiplin yaitu disiplin pegawai, kultur, dan disiplin aksi. "Ketiganya membutuhkan kerja sama para pemangku kepentingan yang tidak dapat dilakukan oleh gubernur seorang diri," ujar Reynald.

Dalam mendisiplinkan pegawai, butuh keberanian khusus seorang pemimpin. Terlebih jika berkaitan dengan kepentingan para stakeholders dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Reynald menuturkan, yang tersulit adalah perjuangan Ahok dalam membangun disiplin kultur. Proses pembentukan karakter dan budaya berlangsung cepat. Namun selalu menimbulkan rintangan yang tidak mudah.

Terakhir, disiplin aksi yang menyangkut peran kontrol pemimpin. Dalam proses ini, juga diuji seberapa besar nyali seorang gubernur DKI untuk membuktikan ucapan-ucapannya.

"Saya melihat Basuki Tjahaja Purnama telah bekerja sangat keras untuk menegakkan ketiga bentuk disiplin ini," pungkasnya.

Tinjau Banjir Jakarta, Ahok VS Anies

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha