logo


Didesak Mundur oleh 54 Profesor, Begini Respon Mengejutkan Ketua MK

Arief dinilai melanggar etik dan tidak punya kualitas sebagai negarawan.

10 Februari 2018 05:45 WIB

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebanyak 54 profesor dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga hukum di Indonesia  mendesak Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, untuk mundur. Menurut mereka, seorang hakim MK yang melanggar etik tidak punya kualitas sebagai negarawan.

Ledek Habiburokhman, Ketua MK: Tersesat di Semanggi Ya? Harus Dipandu Voorijder

Para profesor yang tergabung dalam Profesor Peduli MK mengirimkan tuntutan mereka melalui surat kepada MK yang berisi alasan Arief Hidayat harus mundur dari jabatannya.

Menurut mereka Arief Hidayat harus mundur lantaran telah diberikan dua sanksi etik oleh Dewan Etik MK yang dinilai telah menjatuhkan martabat dan kredibilitas MK di mata publik.


Terbukti Lakukan Pelanggaran Etik, Ketua MK Arief Hidayat Diganjar Sanksi Ini

"Sebanyak 54 profesor berpendapat, MK harus diisi oleh para hakim yang memahami hakekat kejujuran, kebenaran, dan keadilan," beber Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Bivitri Susanti, di Jakarta Selatan pada hari Jumat (9/2).

Bivitri menuturkan, Arief Hidayat dinilai mustahil dapat mengemban tugas sebagai seorang hakim sebagai garda penjaga kebenaran.

Menanggapi langkah 54 profesor dari berbagai perguruan tinggi yang akan memberinya surat desakan untuk mundur dari jabatannya, Arief Hidayat mengatakan, "itu rekayasa kelompok kepentingan tertentu," seperti dikutip dari Tempo pada hari Jumat (9/2).

Arief tidak menjelaskan secara detail kepentingan apa yang ia maksud. Ia hanya menuturkan bahwa dia akan mundur dari jabatannya sesuai ketentuan hukum.

"Kita ikuti aturan hukumnya saja," tuntas Arief.

 

 

Ketua MK Didesak Mundur, Mahfud MD: Tidak Ada Prosedur Hukumnya

Penulis : Riana