logo


Progres Smelter Freeport Baru 2,45%

Perkembangan proyek smelter itu memang jauh lebih kecil dibandingkan yang diklaim Freeport.

7 Februari 2018 13:29 WIB

Operasi Pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua
Operasi Pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua Dok. PT Freeport Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Freeport Indonesia telah memenuhi syarat mengajukan permohonan perpanjangan rekomendasi ekspor. Menurut hasil verifikasi lapangan yang dilakukan Surveyor Indonesia, perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) telah memenuhi kriteria untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

Kurtubi Minta Pemerintah Hentikan Kontrak Karya Freeport di 2021

Dengan diperolehnya hasil verifikasi pembangunan smelter tersebut, Freeport pun segera mengajukan izin ekspor konsentrat. Apalagi izin tersebut akan berakhir bulan ini.

"Besok(hari ini) katanya mengajukan, ini baru selesai verifikasi,” tutur Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Bambang Susigit, di Jakarata, Selasa (6/2).


Komisi VII DPR RI Ingatkan Pemerintah Agar Hati-hati Soal Divestasi Saham Freeport

Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa progres pembangunan smelter yang dilakukan Freeport kini sudah mencapai 2,45%.

“Ya, (Progres) sudah 2,45%,” cetus Bambang.

Bambang tak memungkiri perkembangan proyek smelter itu memang jauh lebih kecil dibandingkan yang diklaim Freeport.

Namun, lanjut dia, meski baru mencapai 2,45%, perkembangannya sudah sesuai dengan rencana pembangunan per enam bulanannya.

 

Alasan KESDM Tolak Laporan Pembangunan Smelter Freeport

Penulis : Riana