logo


BPH Migas Bakal Tetapkan Badan Usaha Kuasai Wilayah Jaringan Distribusi Gas

Alasan pemerintah memutuskan untuk menetapkan badan usaha di daerah tertentu karena selama ini WJD tidak jalan

6 Februari 2018 15:34 WIB

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan.
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala BPH Migas, Fanshrullah Asa, mengungkapkan, pihaknya diberikan waktu 18 bulan untuk menetapkan badan usaha yang nantinya mengelola Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) gas di daerah, untuk kemudian diberikan izin Wilayah Niaga Tertentu (WNT).

Program 'Operasi Patuh Penyalur', BPH Migas Fokus ke SPBU

"Di dalam peraturan BPH yang sudah ada dan mengacu Permen Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, kami dikasih waktu 18 bulan dan nanti ada revisi Rencana Induk Jaringan Transmisi. Jadi, nanti ada WJD di berbagai kabupaten dan kota," tutur Fanshrullah, di Gedung BPH Migas, Jakarta, pada hari Selasa (6/2).

Fanshrullah melanjutkan, alasan pemerintah memutuskan untuk menetapkan badan usaha di daerah tertentu karena selama ini WJD tidak jalan.


Bos BPH Migas Bertemu Kapolri, Bahas Apa?

Padahal, kata dia, dalam amanah Undang-Undang Migas, WJD yang basisnya satu kabupaten diberikan hak kelola selama 15 tahun untuk satu badan usaha.

"Selama ini kan di satu tempat ada satu badan usaha dengan pipa sekian, padahal gasnya tidak. Jadi, nanti kita petakan per kabupaten, kecamatan atau antara kecamatan pembangunan jaringan gasnya," paparnya.

Ia menambahkan, saat ini BPH masih mengkaji, WJD hingga badan usahanya seperti apa. Jika sudah selesai maka kajian akan diserahkan kepada Kementerian ESDM beserta nama badan usahanya.

"Artinya, di semua tempat belum jalan, ini akan kita evaluasi selama 18 bulan ke depan. Menteri akan menetapkan jaringan distribusi untuk WJD," tandasnya, seperti diwartakan okezone.

 

Ini Penjelasan BPH Migas Tunjuk Pertamina dan PT AKR

Penulis : Riana