logo


Anies: Banjir Jakarta kali ini Beda

Ada dua hal yang membuat banjir tahun ini berbeda dengan sebelumnya

6 Februari 2018 13:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Beritajakarta.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Potensi banjir yang tinggi beberapa hari terakhir di sebagian besar wilayah DKI Jakarta membuat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, harus 'turun gunung' untuk mengantisipasinya. Ini merupakan pekerjaan terberat Anies-Sandi selama memimpin Jakarta. Pada bulan Desember tahun lalu, sebagian wilayah Jakarta juga dilanda banjir.

Menurut Anies, banjir yang terjadi pada bulan Desember 2017 lalu berbeda dengan yang terjadi saat ini. Setidaknya ada dua hal, menurut Anies, yang membedakan banjir pada akhir tahun lalu dengan yang terjadi bulan ini.

"Kalau bulan November (Desember) kemarin itu karena curah hujan yang amat tinggi di Jakarta. Kalau yang terjadi hari-hari kemarin ini karena curah hujan yang amat tinggi di hulu yang kemudian memiliki dampak pada kita di Jakarta," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Selasa (6/2).

Anies menambahkan, berdasarkan proyeksi BMKG, cuaca seperti ini diperkirakan akan sampai tanggal 16 Februari. Karena itu Pemprov DKI Jakarta harus berada pada posisi siaga.

"Cuaca, kita tidak tahu. Tapi posisi kita adalah siaga. Ini beda kasusnya antara November (Desember) dengan yang sekarang," ujarnya.

Anies mengaku, dirinya memantau banjir sampai hari Selasa dini hari di Pintu Air Manggarai. Berdasarkan hasil pantauannya, pada pukul 01.00 WIB, volume air di Pintu Air Manggarai mencapai puncaknya yaitu 900 sentimeter.

"Saya tunggu di situ sampai stabil kira-kira jam 02.00 WIB. Lalu Pintu Air Ciliwung lama dibuka jam 02.00 WIB dari 150 sentimeter menjadi 175 sentimeter. Dan Alhamdulillah angkanya stabil," jelasnya.


PLN Disjaya Lakukan Pemadaman Listrik di 34 Wilayah Jakarta yang Terdampak Banjir

Langkah Jitu PLN Jaga Pasokan Listrik Saat Banjir Melanda Ibu Kota

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas
×
×