logo


PLN Tanggung Beban Rp 14 Triliun Akibat Harga Batu Bara Melonjak

Beban tersebut ditanggung PLN karena perseroan harus membiayai produksi tanpa menaikkan tarif listrik.

6 Februari 2018 10:21 WIB

Logo PLN.
Logo PLN. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pengadaan Strategis PLN, Supangkat Iwan Santoso, mengungkapkan, pihaknya menanggung beban sebesar Rp 14 triliun tahun lalu karena harga batu bara melonjak. Menurutnya, beban tersebut ditanggung PLN karena perseroan harus membiayai produksi tanpa menaikkan tarif listrik.

"Kalau tahun kemarin di RKAP kan US$ 63, ketika jadi US$ 80 sekian itulah yang dampak menjadi Rp 14 triliun. Tapi kami tidak bisa minta ganti nih," beber Iwan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (5/2).
Iwan melanjutkan, beban tersebut ditanggung PLN dikarenakan 60% pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. 

“Produksi listrik batu bara dibandingkan pembangkit berbahan bakar lain lebih murah, yaitu Rp 650 per kWh, sedangkan yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai Rp 1.600 per kwh,” tuturnya.


Produksi Batu Bara RI 2017 Tak Tembus Target

Lebih jauh, Iwan pun enggan mengatakan berapa permintaan harga batu bara dalam negeri yang diinginkan PLN untuk kebutuhan pembangkit listrik. 

Ia pun lantas berharap, pemerintah dapat menerapkan kebijakan DMO untuk menjamin pasokan dan harga batu bara di dalam negeri. 

"Karena belum ada keputusan saya belum bisa bilang, karena pemerintah komitmen akan ambil keputusan tetapi juga tidak seenaknya sendiri makanya kami diminta bicara. Kalau pemerintah memutuskan, kan pemasok batu bara banyak. Yang ini mau yang itu enggak, nah itu kami diminta bicara dulu," tuntas dia.

Keluhkan Harga Batu Bara Tinggi, Dirut PLN Berharap Jokowi Bisa Lakukan Ini

Halaman: 
Penulis : Riana
×
×