logo


Pengamat: Program Strategis Menteri Jonan Harus Dilanjutkan

Menurut Zulman, program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat seperti pelayanan kelistrikan dan BBM sangat berarti.

2 Februari 2018 14:09 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Menteri ESDM Ignasius Jonan. esdm.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat energi dan kebijakan publik, Zulman Haris, mengapresiasi kinerja Menteri ESDM, Ignasius Jonan, terkait terobosannya menggenjot program pemerataan akses energi di seluruh wilayah Indonesia selama tahun 2017.

Zulman menilai, beberapa program yang dinilai berhasil dilakukan Jonan sesuai target, yaitu capaian rasio elektrifikasi 95,35% kontrak pengembangan kelistrikan yang bersumber pada Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 1,214 GW, capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 119% dan Pelaksanaan BBM Satu Harga di 57 titik.

"Kita berharap capaian dapat terus dilanjutkan sepanjang 2018. Hal ini menunjukkan koordinasi yang dilakukan Menteri, Wakil Menteri ESDM beserta jajarannya sudah berjalan baik," ungkap Zulman di Jakarta pada hari Jumat (2/2).


Jonan Ragukan Antam Kelola Tambang Bawah Tanah Freeport, Alasannya Ini

Menurut dia, program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat seperti pelayanan kelistrikan dan BBM sangat berarti.

Selain itu, program strategis yang dilanjutkan secara nyata berupa kebijakan Menteri ESDM mampu mendorong perbaikan kehidupan ekonomi rakyat di berbagai daerah.

"Program penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), pembangunan jarigan gas kota sepanjang 383.065 sambungan rumah (SR), pembagian paket konverter sebanyak 17.081 unit merupakan hal yang sangat strategis dan bisa memenuhi kebutuhan rakyat," ujar Zulman Haris.

Di samping itu, menurut dia, Kementerian ESDM berhasil menjaga kesinambungan kinerja industri minyak dan gas (migas). Terbukti pada tanggal 31 Januari 2018 lalu, terdapat 10 blok migas yang ditawarkan Kementerian ESDM dengan skema gross split sudah laku dan diminati pelaku industri hulu migas. "Hal ini menambah tren positif dan makin bergairahnya sektor hulu migas, sehingga bakal memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara," kata Zulman.

Hingga akhir tahun lifting migas sudah melebihi dari target APBN-P tahun ini sebesar 1,97 juta barrels oil equivalent per day (boepd). Jika dirinci, target APBN-P 2017 minyak mencapai 815.000 barel per hari (bph) dan gas 6.440 mmscfd.

"Ini menjadikan pendapatan negara mencapai di atas target," pungkas Zulman.

Di London, Jonan Pamer Pembangunan Sektor Energi Indonesia

Halaman: 
Penulis : Riana
×
×