logo


Keluhkan Harga Batu Bara Tinggi, Dirut PLN Berharap Jokowi Bisa Lakukan Ini

Sofyan berharap, pihaknya bisa mendapat pasokan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) dan bisa mendapat harga khusus.

2 Februari 2018 10:51 WIB

Dirut PLN Sofyan Basir.
Dirut PLN Sofyan Basir. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan mahalnya harga batu bara di dalam negeri, yang mendekati 100 dolar AS per metrik ton.

Jonan: Pemanfaatan Batubara Bisa Cegah Kenaikan Tarif Listrik

Sofyan berharap, pihaknya bisa mendapat pasokan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) dan bisa mendapat harga khusus. 

"Masalah batu bara kami mohon untuk dapat diberikan DMO dengan persentase yang pasti untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jangan sampai kita punya batu bara dijual semua, kan nanti repot sekali buat Indonesia, untuk PLN," beber Sofyan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/).


Indonesia dan Vietnam Sepakati Kerjasama Pemanfaatan Gas dan Batubara Hingga 2022

"Karena bahan baku PLN 60% batu bara, dan harganya juga mudah-mudahan. Pak Jonan (Menteri ESDM) sudah komit untuk menurunkan harga DMI," sambung Sofyan.

Sofyan menjelaskan, naiknya harga batubara yang mencapai 50 persen ini sudah berlangsung satu tahun ke belakang, dan hal ini pun membuat PLN kesulitan dalam hal keuangan, apalagi tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

"Mudah-mudahan Februari sudah bisa diputuskan dan tampaknya mudah-mudahan presiden juga mendukung untuk bagaimana PLN bisa mengamankan harga supaya tarif tidak naik," ujar Sofyan.

Lebih jauh, ia pun optimistis pemerintah akan mengamankan harga batu bara sehingga tarif listrik tak naik.

"Pasti negara akan mengamankan PLN untuk rakyat," tuntas Sofyan.

Stop Jadikan Sungai Malinau Sebagai Toilet Tambang Batubara Milik Jepang

Penulis : Riana