logo


Alasan KESDM Tolak Laporan Pembangunan Smelter Freeport

Alasannya, kata Agung, lantaran laporan dan perhitungan evaluasi smelter tersebut tidak sesuai format.

31 Januari 2018 16:41 WIB

Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua.
Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengungkapkan, pihaknya menolak laporan perkembangan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) PT Freeport Indonesia (PTFI). Alasannya, kata Agung, lantaran laporan dan perhitungan evaluasi smelter tersebut tidak sesuai format.

Tak hanya itu, sambung Agung, laporan yersebut juga tidak sesuai Keputuan Menteri Nomor 1051 K/30/MEM/2017 tentang standar operasional prosedur dan pedoman evaluasi pemberian rekomendasi persetujuan ekspor mineral logam.

"Mereka memasukkan laporan perkembangan smelter tidak sesuai dengan format, kemudian cara perhitungan evaluasi terhadap perkembangan smelter tidak sesuai kriteria Kepmen 1051," beber Agung, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (31/1).


Jonan Ragukan Antam Kelola Tambang Bawah Tanah Freeport, Alasannya Ini

Lebih lanjut, terkait dengan masa ekspor konsentrat tembaga yang habis di 17 Februari 2018, Agung menuturkan, pemerintah masih menunggu permohonan ekspor dari PTFI dengan catatan telah memperbaiki perhitungan laporan progres pembangunan smelter.

"Kemudian izinnya berakhir 17 Februari 2018 maka kemudian masih ada waktu untuk pengajuan (rekomendasi) izin ekspor, dengan memperbaiki format sesuai dengan format yang ada dan cara ngitungnya sesuai dengan Kepmen 1051 tahun 2017," tukas dia.

Agung mengatakan, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM pun te‎lah mengembalikan laporan kemajuan pembangunan smelter, agar perusahaan tambang Amerika Serikat itu memperbaikinya.

"Laporannya dikembalikan, minerba sudah meminta memperbaiki‎," tuntas Agung.

Kurtubi Minta Pemerintah Hentikan Kontrak Karya Freeport di 2021

Halaman: 
Penulis : Riana
×
×