logo


Juctice Collaborator Ala Setnov, Pengacara: Beda Kasus Beda Treatmentnya

Firman Wijaya menepis kabar bahwa rencana Setya Novanto menjadi Justice Collaborator (JC) mengikuti jejak Nazaruddin

13 Januari 2018 10:05 WIB

Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang eksepsi di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/12).
Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang eksepsi di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/12). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya menepis kabar bahwa rencana Setya Novanto menjadi Justice Collaborator (JC) mengikuti jejak Nazaruddin dalam kasus korupsi. Menurutnya JC yang diajukan di Indonesia memiliki penanganan yang berbeda.

Firman juga membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mengomentari soal niatan kliennya menjadi JC di kasus korupsi e-KTP. Dirasanya tidak mungkin proyek e-KTP menjadi proyek pribadi Novanto.

Sebelumnya, Fahri menilai niat Novanto menjadi JC atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan KPK agar masa hukumannya diperpendek. Dia melihat hal itu sebelumnya dialami oleh Nazaruddin.

"Dugaan saya, Setya Novanto ingin mengikuti langkah Nazaruddin yang sukses menjadi JC dan akhirnya dituntut bersahabat atau masa narapidananya diperpendek. Nazar punya banyak kasus tapi paling cepat keluar Sukamiskin. Sesuatu yang tentu juga dirindukan oleh setiap orang," kata Fahri lewat akun Twitter pribadinya, pada hari Jumat (12/1).

"Tiap JC versi Indonesia beda-beda, beda kasus beda treatmentnya. Kita lihat saja, setiap orang memiliki peran itu yang perlu dibuktikan dan dibeberkan," ujar Firman dalam pesan singkatnya, pada hari Jumat (12/1).


KPK Masih Menunggu Kedatangan Fredrich Yunadi

Diperiksa KPK, Achmad Rudyansyah: Tidak Ada Pemesanan 1 Lantai RS

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha
×
×