logo


Buntut Dugaan Mahar Politik Gerindra, La Nyalla Tempuh Jalur Hukum

La Nyalla mengklaim sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5,9 miliar kepada Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.

13 Januari 2018 09:09 WIB

La Nyalla Mataliti
La Nyalla Mataliti surabayanews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketegangan antara La Nyalla dengan Partai Gerindra terkait permintaan Rp 40 miliar sebagai biaya pencalonannya pada Pilgub Jawa Timur 2018 belum berakhir. La Nyalla bahkan telah berencana untuk menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan ketegagan itu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Progres 98 Faisal Assegaf, selaku perwakilan tim hukum La Nyalla. Faisal menjelaskan, laporan akan dibuat ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas politik uang yang diduga dilakukan oknum Partai Gerindra.

"Kami minta pihak berwenang polisi dan KPK memeriksa. Ada unsur pidana, karena sudah masuk politik uang," terang Faisal, Jumat (12/1/2018).

Faisal berharap dugaan adanya permintaan mahar politik dalam kasus La Nyalla dan Gerindra dapat diusut secara cepat oleh Kapolri Tito Karnavian. Apalagi saat ini, Mabes Polri sudah membentuk Satgas Anti Politik Uang Polri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, La Nyalla mengaku dimintai biaya senilai Rp 40 miliar oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto jika dirinya ingin dicalonkan oleh Partai Gerindra di Pilgub Jawa Timur 2018 nanti.


Bantah Ada Mahar Politik, Sandi Keluarkan Rp 100 Miliar untuk Ini

La Nyalla mengklaim sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5,9 miliar kepada Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.

Selain itu, La Nyalla juga akan mencairkan cek senilai Rp 70 miliar yang dapat dicairkan apabila surat rekomendasi dari Partai Gerindra sudah terbit.

"Ini menjadi bahan menarik. Diduga pelaku menerima uang muka Rp 5,9 miliar. Masuk ranah KPK," tegas Assegaf.

Ini Bahaya Mahar Politik dalam Pilkada

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas