logo


Alumni 212 dan FPI Tuding Muslim Cyber Army di Balik Kampanye 'Boikot Facebook'

FPI dan Alumni 212 mengaku Facebook merupakan media yang tepat untuk berdakwah

13 Januari 2018 04:00 WIB

Aksi unjuk rasa di depan kantor Facebook Indonesia, Jumat (12/1)
Aksi unjuk rasa di depan kantor Facebook Indonesia, Jumat (12/1) Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aktivis Front Pembela Islam (FPI) sekaligus Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif membantah bahwa pihaknya menuntut pemblokiran terhadap media sosial Facebook. Wacana yang menyebutkan bahwa aksi 121 bertujuan untuk menuntut pemblokiran Facebook di Indonesia, kata Slamet, merupakan wacana yang dimainkan pihak Muslim Cyber Army.

Beredar Kabar Rizieq Shihab sedang Berada di Turki

"Kalau kami dari 212 dan FPI tidak pernah menyatakan memblokir Facebook," ujar Slamet di depan Kantor Facebook Indonesia, di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Slamet menerangkan bahwa pihaknya membutuhkan Facebook dalam aktivitas keagamaannya, khususnya dalam hal dakwah. Media sosial seperti Facebook, kata Slamet, juga memiliki andil besar dalam menghubungkan Ormas Islam dengan umat.


Hari Ini Puluhan Ormas Islam Bakal Geruduk Kantor Facebook

"Karena bagaimanapun saya akui, kami akui ada andil besar Facebook terhadap dakwah kita. Kita masih membutuhkan Facebook bagi dakwah," ujar Slamet menambahkan.

Slamet pun menyebut bahwa pihak yang menyerukan pemblokiran dan pemboikotan Facebook adalah Muslim Cyber Army, sebuah tim promosi digital yang kerap disebut sebagai asuhan Ormas FPI.

"Kemarin dari teman-teman muslim cyber army yang ada wacana boikot Facebook," kata Slamet.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah Ormas Islam menggelar unjuk rasa ke kantor Facebook Indonesia di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018). Aksi yang akan digelar itu diberi tajuk 'Aksi Damai 121'.

Dalam pesan siaran dan undangan aksi yang beredar, aksi itu digelar karena pihak Facebook telah memblokir sejumlah akun Facebook ormas Islam. Salah satunya adalah halaman resmi Front Pembela Islam (FPI). Bagi sejumlah ormas Islam itu, pemblokiran itu merupakan bukti Facebook menghina agama Islam.

Kecewa, Jutaan Loyalis La Nyalla Ancam Golput di Pilgub Jatim

Penulis : Marselinus Gunas