logo


Peserta Aksi: Akun Dakwah Diblokir, Akun Ujaran Kebencian Merajalela di Facebook

Menurutnya pemblokiran yang dilakukan oleh pihak Facebook ini adalah tindakan semena-mena dan tidak adil

12 Januari 2018 19:52 WIB

Ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Facebook Indonesia di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, pada hari Jumat (12/1/2018)
Ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Facebook Indonesia di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, pada hari Jumat (12/1/2018) Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan peserta Aksi 121 yang tergabung dalam Aliansi Tolak Kedzaliman (ATK) Facebook melakukan aksi damai 121 di depan kantor Facebook Indonesia. Aksi ini adalah bentuk protes atas kebijakan Facebook yang dengan mudahnya memblokir akun-akun dakwah maupun akun pribadi ormas-ormas Islam. 

Koordinator ATK Facebook, Habib Ali Abu Bakar Alatas mengecam tindakan Facebook yang selama ini dengan mudahnya melakukan pemblokiran pada akun-akun dakwah milik Umat Islam. 

Menurutnya pemblokiran yang dilakukan oleh pihak Facebook ini adalah tindakan semena-mena dan tidak adil. 


Akun FPI Diblokir Facebook, Habib Novel: Ada Politik Balas Dendam

“Bahwa akun-akun milik umat Islam yang diblokir Facebook bukan hanya menyasar akun-akun dakwah, tetapi juga akun-akun yang berisi kegiatan kemanusiaan yang bertujuan membangun solidaritas kemanusiaan,” ujarnya di depan kantor Facebook Indonesia, gedung Capital Place, Jakarta, Jumat (12/1). 

Dalam hal ini, dia menilai perlakuan Facebook atas akun-akun milik umat Islam berbanding terbalik dengan akun-akun berisi ujaran kebencian, penistaan agama, penghinaan terhadap para ulama, kampanye kemaksiatan dan sejenisnya. 

“Mereka justru merajalela di jagat Facebook, seolah-olah terdapat pembiaran dari Facebook terhadap akun-akun tersebut,” tuturnya. 

Oleh karena itu, Aliansi Tolak Kedzaliman (ATK) Facebook menuntut agar Facebook tidak semena-mena terhadap akun-akun milik Umat lslam. Facebook juga dituntut teliti dan cermat dalam bertindak di negeri mayoritas muslim yang berdasarkan Pancasila. 

“Kami juga menuntut agar Facebook bersikap netral terhadap konsumennya dan tidak menjadi kepentingan golongan tertentu. Apabila sikap semena-mena dan tidak adil kembali ditunjukkan, maka kami akan datang kembali ke kantor Facebook dengan jumlah yang lebih besar,” ancamnya.

Kantor Facebook Kosong, Peserta Aksi Titip Surat Pernyataan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
×
×