logo


Dianggap Tidak Kooperatif, KPK Diminta Tolak Justice Collaborator Setya Novanto

Novanto dinilai tidak kooperatif dengan melihat rangkaian peristiwa dari mangkir saat dipanggil untuk pemeriksaan hingga dugaan merintangi penyidikan setelah insiden kecelakaan

12 Januari 2018 18:11 WIB

Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto memasuki ruangan pada sidang eksepsi di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/12).
Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto memasuki ruangan pada sidang eksepsi di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/12). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta kepada KPK agar menolak pengajuan Setya Novanto (SN) menjadi justice collaborator, karena dari awal Novanto tidak kooperatif.

Setnov Ajukan Jadi Justice Collaborator, Fahri: Mana 14 Nama yang Hilang, Jangan Drama Baru

"Saya berpandangan tidak perlu dikeluarkan justice collaborator untuk SN karena tidak ada niat baik dari dia untuk kooperatif. Karena kalau memang dari awal dia tahu kalau bukan dia pelaku utama kenapa susah dipanggil," kata peneliti ICW, Lalola Easter, di kantornya, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (12/1).

Novanto dinilai tidak kooperatif dengan melihat rangkaian peristiwa dari mangkir saat dipanggil untuk pemeriksaan hingga dugaan merintangi penyidikan setelah insiden kecelakaan.


Setnov Ajukan Justice Collaborator, Mahfud MD: Bikin Sport Jantung

"Dilihat sejak awal, SN tidak kooperatif sejak masa penyidikan. Berapa Kali Mangkir, dia sempat hilang hingga muncul status DPO. itu merupakan rangkaian peristiwa bahwa SN tidak mau kooperatif," terangnya.

Laola takut jika pengajuan juctice collaborator akan ditiru oleh tersangka lain jika sedang dalam posisi buntu. 

"Pemberian JC kepada SN bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum. Nanti bisa jadi ada tersangka tidak kooperatif, bikin repot penegak hukum, lalu kalau sudah mentok baru mengajukan JC. Kalau dari awal punya niat baik, ngapain harus tidak kooperatif," sambung Laola.

Ternyata, Bimanesh Pensiunan Kepolisian

Penulis : Aurora Denata