logo


Jonan Sampaikan 3 Hal Penting Tentang Akuntan di Simposium JCAE

Tiga hal penting itu berkaitan dengan profesi akuntan, seperti membantu tugas pemerintah, efisiensi harga, dan pemerataan dengan keterjangkauan

11 Januari 2018 22:00 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan di acara JCAE 2018, pada hari Kamis (11/1)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan di acara JCAE 2018, pada hari Kamis (11/1) Dok. ESDM

DENPASAR, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyampaikan tiga hal penting kepada peserta The Journal of Contemporary Accounting and Economics (JCAE) 2018. Tiga hal penting itu berkaitan dengan profesi akuntan, seperti membantu tugas pemerintah, efisiensi harga, dan pemerataan dengan keterjangkauan.

"Ada tiga hal penting yang saya tekankan terkait profesi anda, yaitu meringankan tugas Pemerintah, efisiensi harga dan pemerataan dengan keterjangkauan," ujar Jonan dalam sambutannya pada acara JCAE 2018, pada hari Kamis (11/1). 

Jonan mengaku mengimplementasikan tiga hal tersebut selama hampir dua tahun menata sektor ESDM. Jonan menciptakan pemerintahan yang bersih dengan menerapkan inovasi kebijakan teknologi.


Jonan Bangga dengan Pencapaian Program BBM Satu Harga

"Ini misi besar. Saya harap Anda mendukung inisiatif penerapan teknologi," ujarnya.

Jonan menyebut efisiensi menjadi kunci utama perekonomian global.

"Ekonomi global ke depan bukan hanya mengenai ekspansi pasar, bukan pula mengenai penciptaan teknologi baru, tapi soal efisiensi," jelasnya.

Jonan menjelaskan salah satu penerapan efisiensi harga di sektor energi dengan pengerjaan proyek Lapangan Jangkrik. Proses penyelesaian proyek tersebut 6 bulan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Pemerataan dibuktikan dengan meningkatnya rasio elektrifikasi di tahun 2017 yang mencapai 94,91 persen.

"Ini adalah tanggung jawab saya untuk memperkecil Rasio Gini nasional melalui percepatan elektrifikasi, meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendorong keterjangkauan harga," tegasnya. 

JCAE merupakan simposium tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga dan bekerja sama dengan The Hongkong Polytechnic University, Deakin University, dan University Technology Sydney, yang dihadiri oleh para ilmuwan ekonomi di bidang akuntansi.

JCAE diselenggarakan di Bali, hal ini menunjukkan jika Bali dalam kondisi aman. Jonan menyatakan jika kondisi Gunung Agung saat ini membaik. Pada Rabu (10/1) kemarin, Jonan sempat berdiskusi dengan para pengamat gunung api dan agli vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Api Agung.

"Salah satu alasan saya hadir di sini adalah karena saya bertanggung jawab terhadap semua aktivitas vulkanologi di Indonesia. Kondisi Gunung Agung membaik. Anda tidak perlu khawatir," ujarnya. 

"Saya pikir (tempat) ini masih jauh, sekitar 45 kilo meter (km) dari puncak Gunung Agung dari zona perkiraan bahaya 6 km. Apabila benar terjadi erupsi besar, kita masih aman," jelas Jonan. 

Tari Bali dan Angklung Meriahkan Pameran Budaya “Kulturschrank”

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata