logo


Dokter Bimanesh Jadi Tersangka, Menkes: KPK Nggak Boleh Memvonis Gitu Aja

IDI ada lembaga Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) untuk melihat sejauh mana kesalahan yang dilakukan oleh Dokter Bimanesh Sutarjo

11 Januari 2018 19:31 WIB

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Moeloek
Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Moeloek Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dokter Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dokter Bimanesh merupakan dokter yang menangani tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Moeloek menyerahkan persoalan dokter yang merawat mantan Ketua DPR saat mengalami kecelakaan lalu lintas itu kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Menurutnya, di IDI ada lembaga Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) untuk melihat sejauh mana kesalahan yang dilakukan oleh Dokter Bimanesh Sutarjo. 


Bimanesh Dikenal Sebagai Dokter yang Baik

“Di IDI ada MKEK mungkin dilihat dulu, biasanya kami kalau ada seseorang yang melakukan mal praktek, mal praktek bisa macam-macam bukan hanya masalah kematian, MKEK itu melihat dulu bagaimana kesalahannya,” ujar Moelok di Gedung DPR RI Jakarta, pada hari Kamis (11/1). 

Kemudian, kata Moeloek, setelah MKEK melihat tingkat kesalahan yang dilakukan oleh Bimanesh maka MKEK dapat melanjutkan persoalan itu ke pengadilan atau mencabut izin praktek dokter tersebut. 

“Dari situ bisa memang dilanjutkan sampai ke pengadilan, hukum pidana atau misalnya dikembalikan mesti belajar lagi atau dia tidak boleh melakukan praktek dalam beberapa bulan. Jadi saya rasa, saya menyerahkan ini anggota IDI, barangkali IDI lebih berhak melihat dari sisi tanda kutip apakah ini betul melanggar etika didalam profesinya atau tidak,” tuturnya. 

Dalam hal ini, Moeloek menilai KPK sebaiknya tidak langsung menvonis Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka, namun menunggu hasil dari keputusan MKEK. 

“KPK juga nggak boleh dong memvonis begitu aja. Kita juga ikut membela. Ya kita liat dulu deh sejauh mana tingkat ininya. Tadi kan saya bilang ada MKEK. Nanti dilihat kesalahannya sampai di mana. Dan hukumannya juga lain-lain,” pungkasnya.

KPK Akan Periksa Politisi yang Mengetahui Manipulasi Data Rekam Medis Setnov

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata