logo


Kemendag: Operasi Pasar Bertujuan Untuk Menjaga Harga Beras Tetap Stabil

Operasi pasar akan berlangsung dari Bulan Januari hingga Maret 2018.

11 Januari 2018 15:44 WIB

Pembeli memilih beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/7).
Pembeli memilih beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/7). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga beras mengalami kenaikan signifikan di beberapa daerah sejak Oktober 2017. Kementerian Perdagangan melakukan pengawasan operasi beras guna memastikan penjualan beras medium tak melebihi Harga Ecerah Tertinggi (HET). Pengawasan tersebut dilakukan di 101 kabupaten/kota yang ada di 34 provinsi.

Kepala Seksi Pengawasan Sarana Distribusi Kemendag Dedi Kuswandi menjelaskan, HET beras medium untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram (kg).

Kementan Ikut Jaga Harga Pangan

Untuk wilayah Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, HET beras medium sebesar Rp 9.950 per kg. Lalu untuk wilayah Maluku dan Papua, HET ditetapkan Rp 10.250 per kg. Namun, kenyataan yang ditemui di pasar tak sesuai.

"Kenyataan yang kami temui di pasar Kota Sorong, Papua Barat, sebagian pedagang menjual beras medium Rp 8.000-9.000 per kg atau di bawah HET," ujar Dedi saat melakukan pengawasan operasi pasar di Sorong, pada hari Rabu (10/1).

Menurut Dedi, operasi pasar yang sedang dilakukan Bulog di seluruh Indonesia bertujuan untuk menjaga agar harga beras tetap stabil. Hal ini mengingat, adanya kenaikan harga beras yang cukup signifikan pada Desember 2017.

Operasi pasar, rencananya akan berlangsung tiga bulan, yakni Januari hingga Maret 2018. Pasalnya, pada Bulan Maret musim panen sudah tiba dan harga beras pasti akan kembali stabil.

Sementara itu, harga beras medium dan premium di pasar tradisional di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan harga di atas HET. 

"Harga beras medium dan premium awal 2018 naik Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kg sehingga beberapa beras di atas HET," ujar Bambang, salah seorang pedagang di Pasar Pembangunan Pangkalpinang. 


Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag: Harga Bahan Pokok Stabil, Stok Cukup

Solusi Permanen PSH Belum Tercapai, Kepentingan Indonesia Tidak Terganggu

Penulis : Uty Saifin Nuha