logo


Kontribusi PNBP dari Harta Karun Energi Berhasil Lampaui Target 2017

Hasil tersebut lebih tinggi dari target yang tetapkan dalam APBNP 2017 yang sebesar Rp 671 miliar.

11 Januari 2018 13:57 WIB

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana.
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menuturkan bahwa pihaknya berhasil mencatatkan hasil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari panas bumi atau harta karun energi mencapai Rp 933 miliar.

Menurut Rida, hasil tersebut lebih tinggi daripada target yang ditetapkan dalam APBNP 2017 sebesar Rp 671 miliar.

"Ini walaupun tidak sebesar di sektor migas, minerba, namun kami juga menyumbang atau berkontribusi kepada penerimaan negara. Realisasi di tahun 2017 itu mencapai 140% dari target yang ditentukan," beber Rida di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (10/1/2017).


Dirjen EBTKE: Investasi EBT makin menarik

Adapun rinciannya adalah penerimaan sebesar Rp 933 miliar pada tahun 2017 itu berasal dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) eksisting sebesar Rp 909 miliar dan WKP Izin Panas Bumi sebesar Rp 24 miliar.

"Ini masih ada target yang bisa kita capai pada tahun 2018, yakni sebesar Rp 700 miliar. Kita berharap bisa lebih besar. Penerimaan ini sangat dipengaruhi oleh penambahan COD pada tahun 2018. Ini juga ditentukan oleh kurs dolar per rupiah," ungkap Rida dikutip dari detikfinance.

 

Ini Penjelasan Dirjen EBTKE Mengenai Isu Pembangunan Pembangkit Energi Terbarukan yang Katanya Mangkrak

Halaman: 
Penulis : Riana