logo


Soal Proyek 35 Ribu MW, Dirjen Ketenagalistrikan: Mau Dicepetin, Enggak Mungkin..

Saat ini kendala pengembangan dari mega proyek tersebut ada di kemampuan teknologi maupun waktu Commercial Operation Date (COD) yang berbeda-beda.

11 Januari 2018 12:37 WIB

Ilustrasi, pembangkit listrik.
Ilustrasi, pembangkit listrik. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - ‎Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng, mengatakan, hingga bulan November 2017, pembangkit listrik dari program 35.000 MW yang telah beroperasi mencapai 1.061 MW atau 3 persen.

PLN Tunggu Perpres Lancarkan Program 35 Ribu MW

‎"Program 35.000 MW yang sudah COD (Commercial On Date/COD) 1.061 MW," tutur Andy, di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada hari Rabu (10/1).

Lebih lanjut, Andy mengatakan bahwa kemajuan lainnya dari proyek tersebut antara lain pembangkit yang masuk dalam tahap konstruksi sebesar 16.992 MW, dalam tahap jual beli listrik belum konstruksi 12.726 MW, pengadaan ‎2.790 MW dan perencanaan 2.228 MW.


Percepat Proyek 35 Ribu MW, PLN Dapatkan Kredit Sindikasi

Lebih lanjut ia membeberkan, saat ini kendala pengembangan dari mega proyek tersebut ada di kemampuan teknologi maupun waktu Commercial Operation Date (COD) yang berbeda-beda.

"Jadi kayak nasi di warteg sudah tersedia. Tapi ini kan butuh waktu, teknologinya beda-beda, COD-nya juga beda beda. PLTG itu delapan bulan bisa. Tapi kalau, PLTU itu at least pasti butuh minimum 2 tahun," tukasnya.

Kemudian, Andy pun hanya bisa memungkinkan jika pada 2019 capaian pembangunan proyek tersebut hanya mencapai 20 ribu MW.

"Mau dicepetin, enggak mungkin. 35 GW ini kan program pembangunan infrastruktur yang multiyears. Pembangunan infrastruktur kan harus berdiri di depan curva, kita engga bisa asal target," pungkasnya.

KESDM Sebut 30 Proyek 35 Ribu Megawatt yang Telah Beroperasi Gunakan Air Bersih

Penulis : Riana