logo


Sebut 2 RS yang Terlibat Permainan dengan Setnov, Mahfud MD: Bisa Dicabut Izinnya

Mahfud menunggu hasil pemeriksaan Kemenkes dan IDI mengenai rumah sakit yang pernah merawat Novanto

10 Januari 2018 17:11 WIB

Mahfud MD.
Mahfud MD. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyinggung mengenai rumah sakit yang merawat pasien yang memiliki urusan dengan penegak hukum. 

Mahfud MD Komentari Kabar Pencekalan Fredrich Yunadi

Pada akun Twitter pribadinya, Mahfud sempat mengomentari berita mengenai mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri. Mahfud menunggu hasil pemeriksaan Kemenkes dan IDI mengenai rumah sakit yang pernah merawat Novanto.

"Demi masa depan penegakan hukum, kita menunggu hasil pemeriksaan Kemenkes dan IDI tentang rumah sakit Pmr dan PH serta dokter-dokter yang diduga tidak profesional dalam mendiagnosis 'pasien' yang sedang punya urusan dengan penegak hukum. Selamatkan masa depan negara hukum," cuit @mohmahfudmd pada hari Selasa (9/1).


Ajukan Justice Collaborator, Setya Novanto Akan Bongkar Pelaku Utama Perkara e-KTP

Mahfud kembali menuliskan cuitan di akun Twitternya dengan pernyataan yang hampir sama yakni menunggu hasil pemeriksaan IDI dan Kemenkes terhadap dua rumah sakit yang sempat merawat Setya Novanto, RS Premier dan RS Permata Hijau.

"Dunia pecinta hukum masih menunggu hasil pemeriksaan IDI dan Kemenkes terhadap RS Prmr dan RS PH yang diduga tak profesional dan terjebak dalam permainan TSK Korupsi. Pengacaranya sudah TSK, tinggal RS/dokternya harus dijernihkan. Kalau tidak dituntaskan, masa depan penegakan hukum rusak berat," cuitnya pada hari Rabu (10/1).

Menurut Mahfud, rumah sakit yang terbukti ada permainan dengan tersangka dalam upaya menghalangi penyidikan akan terancam pencabutan izin.

"Bisa dijatuhi sanksi, termasuk pencabutan izin RS, izin praktik dokternya juga bisa dicabut. Tapi tentu harus dilihat fakta dan alasannya," terang Mahfud.

Diduga Rintangi Penyidikan Setnov, Dokter Permata Hijau Jadi Tersangka

Penulis : Aurora Denata