logo


Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi Sejak 2014

Kenaikan harga minyak mentah ini didorong oleh penurunan produksi dari negara-negara anggota organisasi eksportir minyak (OPEC) dan beberapa negara non-OPEC.

10 Januari 2018 12:58 WIB

Pengeboran minyak.
Pengeboran minyak. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mencapai titik tertingginya sejak 2014 pada perdagangan Selasa (9/1) atau Rabu pagi waktu Jakarta.

Kenaikan harga minyak mentah ini didorong oleh penurunan produksi dari negara-negara anggota organisasi eksportir minyak (OPEC) dan beberapa negara non-OPEC. 

Selain itu, kenaikan harga minyak juga karena adanya ekspektasi penurunan persediaan minyak mentah AS.


Kenaikan Harga Minyak Tak Membuat Pertamina Merugi

Dilansir dari Reuters, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melonjak US$ 1,23 atau 2 persen menjadi US$ 62,96 per barel setelah menyentuh titik tertingginya sejak Desember 2014 di level US$ 63,24 per barel.

Sedangkan, untuk harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan global mengakhiri sesi dengan naik US$ 1,04 atau 1,5 persen menjadi US$ 68,82 per barel setelah mencapai titik tertinggi pada sesi tersebut di US$ 69,08 per barel, tertinggi sejak Mei 2015.

Kedua kontrak tersebut mencapai penutupan terkuat sejak Desember 2014.

Negara-negara yang tergabung di OPEC dan beberapa negara di luar OPEC seperti Rusia terus menjaga batas pasokan pada 2018. Pembatasan ini merupakan tahun kedua berjalan setelah sebelumnya sukses di 2017.

Dengan adanya pembatasan ini mampu mengurangi pasokan minyak mentah yang terus mengalami tekanan.

"Sudah banyak orang yang menunggu kenaikan harga hingga di level ini. Saya rasa ini akan lebih baik ke depannya. Kita tunggu saja sinyal selanjutnya. Ini memang seperti yang dicari oleh para spekulan. Apakah mereka kemudian akan menjalankan aksi ambil untung atau tidak," ungkap Rob Haworth, analis senior U.S. Bank Wealth Management.

Saat ini, pelaku pasar pun tengah menunggu laporan jumlah persediaan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Diharapkan, terjadi penurunan stok dalam laporan yang akan keluar pada pekan ini sehingga terus mendorong kenaikan harga minyak.

Catat! Inilah Daftar 10 Perusahaan Minyak Terbesar di Indonesia

Halaman: 
Penulis : Riana