logo


Harga Gas Blok Masela Ditawar Murah, Bos SKK Migas Geram!

Amien pun menduga, perusahaan yang mengusulkan harga gas Blok Masela US$ 3 per MMBTU tersebut merupakan calo

10 Januari 2018 11:16 WIB

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Amien Sunaryadi, geram harga gas Blok Masela ditawar dengan harga murah, yakni US$ 3 per MMBTu oleh tiga industri yang diajukan Kementerian Perindustrian. Padahal, harga gas pipa yang dibeli dari Teluk Bintuni Papua Barat saja US$ 5,2 per MMBTu.

SKK Migas Belum Putuskan Perubahan Term and Condition Blok Masela

Adapun, ketiga industri tersebut adalah PT Pupuk Indonesia, Elsoro Multi Prima, dan Kaltim Metanol Industri/Sojitz. 

"Alokasi gas untuk pipa, siapa yang mau beli belum ditetapkan. Beberapa waktu yang lalu, beberapa yang minat, harganya US$ 3. Itu kan kelompok omong kosong. Artinya gini, kalau beli harga US$ 3 per MMBTU, ini supir taksi yang lewat-lewat ini disuruh bisnis model begitu juga bisa. Enggak perlu modal, enggak perlu kepintaran," kata Amien, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1).


Inpex Sepakat Percepat Pengembangan Blok Masela

Lebih lanjut, Amien pun membandingkan saat ia melakukan kunjungan ke Tiongkok. Di sana, ada perusahaan petrokimia yang berani membeli gas seharga US$ 6,2 per MMBTU.

Amien pun menduga, perusahaan yang mengusulkan harga gas Blok Masela US$ 3 per MMBTU tersebut merupakan calo, sehingga gasnya tidak dikonsumsi sendiri, tetapi dijual ke pihak lain. Ia pun menyebut, apa yang dilakukan oleh industri itu dianggap tidak menunjukkan sikap seorang pengusaha.

Ia pun lantas menegaskan, SKK Migas pun akan mencari sendiri pembelinya.

"US$ 3 itu businessman yang enggak mau kerja, maunya cari untung, kemungkinan besar jadi calo. Jadi kalau industri hanya mampu menawar US$3, SKK akan mencari pembeli sendiri," tuntas Amien.

Pemerintah Prioritaskan Pembeli Gas Masela dari Dalam Negeri

Penulis : Riana