logo


Bisnis yang Dibangun Ahok Bersama Veronica Tan

Ahok memiliki beberapa bisnis yang ia rintis bersama Veronica Tan

8 Januari 2018 14:57 WIB

Istri Ahok Veronica Tan saat baru tiba di Rutan Cipinang.
Istri Ahok Veronica Tan saat baru tiba di Rutan Cipinang. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perjalanan rumah tangga yang dijalani Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama Veronica Tan selama 20 tahun telah melalui berbagai momen. Veronica pun mendampingi Ahok dalam membangun bisnis sebelum pria berkaca mata ini terjun ke dunia politik.

  1. CV Panda (Kontraktor Timah)

Setelah mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insinyur geologi) pada tahun 1989, Ahok menetap di Belitung yakni kampung halamannya dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Dua tahun menjalani bisnis di dunia kontraktor, Ahok menyadari bahwa demi kemajuan sebuah perusahaan ia membutuhkan manajemen yang profesional. Itulah sebabnya mengapa setelah itu Ahok kembali melanjutkan kuliah ke tingkat magister dengan mengambil jurusan manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.


Cerita Kuasa Hukum Soal Gugatan Cerai Ahok kepada Veronica Tan

  1.  PT Nurindra Ekapersada

Pada tahun 1992, Ahok mendirikan PT Nurindra Ekapersada. Perusahaan yang dia dirikan ini bergerak di bidang pengolahan pasir kuarsa. Ia juga mendirikan pabrik pengolahan di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pabrik pengolahan pasir kuarsa tersebut adalah yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Lokasi pembangunan pabrik ini adalah cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

  1. Pemilik hotel di Belitung Timur

Selain dunia pertambangan, Ahok ternyata juga memiliki bisnis sampingan di bidang pariwisata. Ia mendirikan hotel bernama Hotel Purnama Belitung.

Rupanya penginapan yang memiliki 12 kamar itu milik keluarga Ahok. Letaknya pun persis di belakang rumah keluarganya.

Penginapan itu awalnya adalah sebuah garasi mobil. Namun, pesan ayahnya sebelum meninggal, ia ingin agar garasi ini dapat digunakan sebagai tempat penginapan.

Dalam laporan yang dirilis KPU pada tahun 2017 lalu, Ahok juga memiliki beberapa aset properti sebagai investasi. Dalam laporan, pria yang lahir pada tanggal 29 Juni 1966 diketahui mempunyai 16 harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang kebanyakan terletak di Kabupaten Belitung Timur.

  1. Investasi Properti       

Salah satu aset milik Ahok adalah lima bidang tanah seluas masing-masing 18.000 m2 yang diperolehnya dari hasil sendiri sejak tahun 1999 hingga 2001. Sebidang tanah tersebut ditaksir bernilai Rp 180 juta atau jika ditotal mencapai Rp 900 juta.

Di Kabupaten Belitung Timur, ia juga mempunyai tanah seluas 1.245 m2 dengan harga jual sekitar Rp 58,5 juta.

Ada pula tanah seluas 1.850 m2 senilai Rp 86,95 juta dan sebidang tanah 292 m2 dengan harga jual Rp 10,5 juta. Tanah tersebut dimiliki sejak tahun 2000 sampai 2001.

Kemudian tanah seluas 130.000 m2 dan bangunan seluas 168 m2 yang diperolehnya dari hasil sendiri pada tahun 1999 hingga 2001. Nilai jual aset properti ini cukup fantastis mencapai Rp 1,5 miliar.

Ia juga tercatat mempunyai tanah 650 m2 dan bangunan 63 m2 di Belitung Timur seharga Rp 66 juta.

Selain itu, ada juga tanah 333 m2 dan bangunan 42 m2 senilai Rp 46,1 juta, tanah seluas 297 m2 yang dibandrol Rp 84 Juta, hingga tanah selebar 720 m2 dan bangunan 63 m2 seharga Rp 64,2 juta.

Dituding Lakukan Penistaan Agama, Joshua Bakal Dipolisikan

Keempat properti itu diperolehnya sejak tahun 2001 dan dibelinya dari hasil sendiri bukan berasal dari hibah atau warisan.

Presiden Jokowi: Jangan Gunakan Kampanye Hitam Dalam Pilkada

Ahok juga diklaim sebagai pemilik sah atas bangunan sebesar 60 m2 di wilayah Jakarta Utara yang dibelinya tahun 2009 dengan dana pribadi. Nilai properti ini disebut memiliki harga jual Rp 678 juta.

Nih Kata Fahri Soal Kabar Perceraian Ahok

Selain di Belitung Timur, rupanya ia juga piawai berbisnis properti di sisi utara Jakarta. Terbukti, Ahok dilaporkan pernah memiliki tanah selebar 200 m2 dan bangunan 272 m2 yang diperolehnya dari tahun 1991 sampai 1995 dengan harga jual Rp 2,3 miliar.

Habib Novel: Saya Menduga dengan Perceraian Akan Menyelamatkan Harta Ahok

Pada tahun 2011, Ahok kembali membeli tanah seluas 527 m2 dan bangunan selebar 510 m2 dengan harga jual per September 2016 sebesar Rp 10,9 miliar.

Kuasa Hukum: Ahok Semangat Sekali dan Tegar

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha