logo


Hadapi Dua Tantangan, Indonesia Panggil Profesor Kelas Dunia

Menurut Luhut, tantangan Indonesia adalah bagaimana dapat mengikuti kemajuan teknologi dan memperbaiki SDM

8 Januari 2018 02:30 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12).
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12). Biro Pers Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COMMenteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tahun 2018 adalah tahun kerja keras. Ia mengatakan pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola.

Erajaya Group Bidik Pasar Produk Internet of Things

Luhut lalu memberi contoh, dana pensiun di Jepang yang bunganya 0 persen, jika pemerintah menawarkan dana tersebut dapat diinvestasikan di Indonesia dalam program yang berkesinambungan dengan bunga 3-4 persen mereka akan senang.

Luhut mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut ada dua tantangan yang dihadapi oleh Indonesia.


Sandiaga Uno: Potensi Lapangan Pekerjaan dari Proyek Reklamasi Masih Minim Kajian

"Pertama, masalah ketertinggalan teknologi. Negara-negara maju seperti Tiongkok saat ini sudah menggunakan 'roboctic technology' dengan apa yang disebut dengan Industry 4.0," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Minggu (7/1).

Menurutnya, tantangan Indonesia adalah bagaimana dapat mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Tantangan kedua adalah mengenai SDM.

"Tantangan kedua adalah bagaimana memperbaiki SDM. Ketersediaan SDM berkualitas adalah mutlak dimiliki oleh Indonesia. Tidak bisa tidak. Jika tersedia SDM yang terampil, maka kita tidak lagi perlu menerima tenaga kerja asing," jelasnya.

Guna mengatasi hal tersebut, Luhut menyebut pemerintah memutuskan untuk mengundang profesor-profesor kelas dunia agar mau bekerja di universitas di Indonesia. 

"Opsi lain adalah mendorong kerja sama antara universitas top dunia dengan universitas dalam negeri seperti ITB, UI, UGM, dan sebagainya," sebut Luhut.

Strategi Jokowi-JK Atasi Ketimpangan Ekonomi

Penulis : Aurora Denata