logo


Horor Ada Isu Krisis Moneter Lagi, Luhut Bilang Begini

Berdasarkan data yang diterima oleh Luhut, terlihat jika Indonesia masuk pada kelompok lima besar ekonomi dunia

8 Januari 2018 00:30 WIB

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COMMenteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah kabar jika krisis ekonomi siklus 10 tahunan akan kembali terjadi di Indonesia tahun ini, setelah sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1998 dan 2008.

"Pernyataan tersebut sangat tidak betul. Sampai detik ini, saya tidak melihat ada tanda-tanda ekonomi kita akan bermasalah. Sama sekali tidak ada. Sebab kalau ekonomi nasional kita akan bermasalah pasti ada tandanya, seperti layaknya orang sakit pasti ada gejala-gejala yang mengawalinya," ujar Luhut pada keterangan tertulis, Minggu (7/1).

Luhut mengatakan tidak ada indikator yang menyatakan jika ekonomi di Indonesia mengalami krisis. Bahkan tidak ada satu pun institusi internasional yang mengatakan Indonesia punya masalah. Justru, dia menyebut jika perekonomian di Indonesia mengalami peningkatan di tiap tahunnya.


Sri Mulyani Pastikan APBDN 2017 Menggembirakan dengan Defisit Hanya 2,57 Persen

"Jika kita bandingkan semua rating-rating dunia pada tahun 2015 akhir, dengan 2016 akhir, dan dengan 2017 akhir, maka terlihat sekali keadaan ekonomi Indonesia terus meningkat, sejalan dengan stabilitas politik dan keamanan nasional," jelasnya.

Ini Reaksi Megawati Ketika PDIP Disebut Partai Polisi

Berdasarkan data yang diterima oleh Luhut, terlihat jika Indonesia masuk pada kelompok lima besar ekonomi dunia.

Soal Gaya Pacaran AL, Ahmad Dhani Bilang Masih Vulgar Ariel

Hal tersebut sejalan dengan ramalan The World Economic Forum dan PricewaterhouseCoopers yang memproyeksikan Indonesia pada 2030 akan memiliki Gross Domestic Product (GDP) di peringkat 5 dunia, yaitu sebesar USD 5,424 triliun. Angka tersebut di atas GDP negara maju seperti Jerman atau Prancis. Nomor 1 adalah Tiongkok dengan USD 38,008 triliun, sedangkan di posisi kedua adalah Amerika Serikat dengan USD 23,475 triliun.

Anies Baswedan Menilai Kata-kata Penting untuk Membangun Jakarta

"Artinya program-program pemerintah sudah benar, mulai dari program pembangunan infrastruktur di kota maupun pedesaan, penyaluran dana desa, pengembangan pertanian, program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, sampai Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera," paparnya.

Cerita Kuasa Hukum Soal Gugatan Cerai Ahok kepada Veronica Tan

Luhut menyebut kesenjangan di Indonesia juga sudah dapat dikurangi menjadi jauh lebih baik. Hal tersebut dilihat dari gini Ratio yang terus menurun. Berdasarkan dara BPS, koefisien gini September 2014 masih di angka 0,414. Angka ini bertahap menurun hingga pada September 2017 menjadi 0,391.

Ibu dari Bocah Pemeran Video Porno Ternyata Ikut Bantu Arahkan Adegan Mesum

Mengenai siklus bisnis di Indonesia, Luhut menyebut masa perlambatan ekonomi terjadi rata-rata 7 tahunan bukan 10 tahunan.

Kata Luhut, Indonesia Bakal Jemput Bola Dana Asing dengan Bunga Rendah

"Terakhir seharusnya terjadi pada tahun 2016. Tapi pemerintah Indonesia saat itu sudah bisa mengendalikan siklus bisnis dengan baik dengan melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter secara tepat," ujar Luhut.

Luhut: Jokowi Berhasil Memberikan Ketauladanan

Ketika akan terjadi perlambatan, pemerintah mempercepat belanja infrastruktur dan pencairan program-program yang menyentuh kemiskinan, serta mengendalikan harga pangan. Kemudian ketika inflasi stabil di angka rendah, suku bunga diturunkan. Oleh karena itu banyak yang tak sadar jika di 2016 Indonesia telah lolos dari resesi.

Anies Baswedan Menilai Kata-kata Penting untuk Membangun Jakarta

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata