logo


Ini Reaksi Megawati Ketika PDIP Disebut Partai Polisi

Mega membantah tudingan tersebut, dan ia meminta semua pihak untuk melihat data terlebih dahulu sebelum melakukan tudingan

7 Januari 2018 13:49 WIB

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COMKetua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri risih partainya disebut sebagai partai polisi. Hal ini dikarenakan banyak yang menilai Mega tak dekat dengan TNI dan lebih akrab dengan Polri. Mega mengatakan jika PDIP banyak mendukung dan memenangkan calon yang berlatarbelakang TNI.

"Saya sering dikatakan gini, 'Bu Mega tak dekat dengan TNI, kok bisa ya. Lihat di-recrod-nya dulu dong. Berapa gubernur saya jadikan. Bang Yos, Ulung, Mardiyanto, Bibit, Utomo, Karel," ujar Megawati di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Mega membantah tudingan tersebut, dan ia meminta semua pihak untuk melihat data terlebih dahulu sebelum melakukan tudingan.


Umumkan Cagub-Cawagub, Ini Pesan Megawati

"Ini enggak punya file ya. Enak aja. PDIP itu adalah partai polisi. Loh enggak marah itu Pak Tito, kok ada partai polisi," ujarnya.

Mega kemudian memilih Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Barat menjadi cagub di Pilkada Jabar. Dan wakilnya, berasal dari kepolisian, yaitu Irjen Pol Anton Charliyan.

"Sekalian saja saya pilih. Ini dari kepolisian, Pak Irjen Pol Anton Charliyan," ucap Mega.

Usung Ganjar dan Taj Yasin di Pilgub Jateng, Mega: Wakilnya Ganteng Lho Masih Muda

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata