logo


Warga Solo Sabet Penghargaan PBB, Lho Kok Bisa?

Dari 25 negara, Sumartono merupakan salah satu yang mendapatkan medali perdamaian dari PBB

24 Desember 2017 14:55 WIB

Sumartono Hadinoto
Sumartono Hadinoto Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMNama Indonesia kembali diharumkan oleh seorang putra bangsa. Ia adalah Sumartono Hadinoto, pria asal Solo yang berkecimpung di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan. Pada tanggal 7-8 Maret 2018 mendatang, pria berdarah Tionghoa ini bakal mendapat penghargaan medali perdamaian dari PBB.

Sarjana Hukum, Sukses Jadi Tukang Service Komputer

Saat Jitunews.com mewawancarainya, memang sangat terlihat pria bernama lain Khoe Liong Hauw ini memiliki aura damai dalam dirinya. Ia cukup tenang dan santun saat menjawab segala pertanyaan yang diajukan kepadanya.

"Saya tidak punya keinginan apa-apa, yang penting bisa melayani masyarakat," ujar Martono kepada Jitunews.com, Minggu (24/12).


Jejak Mantan Guru Yang Menginspirasi

Di Solo, ia dikenal sangat ramah kepada siapa pun, keramahan dan segudang aktivitas sosial tersebut yang membuat Sumartono meraih medali penghargaan untuk perdamaian dari PBB. Berbagai media pun telah mengangkat sosoknya hingga lembaga Religious Freedom and Business Foundation (RFGF) mendengar sepak terjangnya dan memberikan sebuah penghargaan yang sangat tinggi soal kemanusiaan.

"Setelah bertemu perwakilan PBB itu menyampaikan bahwa setelah melihat beberapa berita media yang dibuat oleh teman teman media di Solo, Perwakilan PBB menyampaikan, jika tidak keberatan dirinya akan diusulkan didalam penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Global Interfaith,” kata Sumartono menambahkan.

Penghargaan tersebut rencananya akan diserahkan langsung dalam forum PBB di Seoul, Korea Selatan pada 7-8 Maret 2018 mendatang. Dari 25 negara, Sumartono merupakan salah satu yang mendapatkan medali perdamaian dari PBB.

Sumartono juga merupakan sosok di balik terhetalnya beberapa event kemanusiaan di Solo. Baik ketika bencana atau pun kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan.

Tak heran, kisah perjalanan hidup Sumartono di bidang sosial diikutsertakan dalam buku "Angel & Demon: 30 Kisah Inspiratif Sang Pemenang" yang ditulis oleh Suhartono Chandra, Timoteus Talip dan Helena Abidin.

Selain pejuang kemanusiaan, Sumartono Hadinoto juga berkecimpung di dunia bisnis. Ia memulai bisnis saat ayahanda tercintanya dipanggil oleh Tuhan. Sumartono pun menjadi pengusaha batik menggantikan ayahnya, meskipun pada akhirnya usaha tersebut tidak bertahan lama. Kegagalannya menjadikan lecutan dan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Pada akhirnya ia diberi kesempatan untuk mengelola bisnis temannya yang berlabel Candi di Jl. Ir. H. Juanda 150, Solo pada tahun 1986.

Sukses berbisnis, membuat pria kelahiran Solo 21 Maret 1956 ini kemudian dipercaya untuk bergiat dalam beberapa organisasi. Antara lain adalah Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), PMI Surakarta, Solo Emergency Response unit (SERU), yayasan tuna netra, panti asuhan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), Lions Club Solo Bengawan (LCSB).

"Tentu saja saya sangat bersyukur akan memperoleh penghargaan itu. Ini semua  berkat dukungan semua pihak. Pertama pada Tuhan,  kedua pada Keluarga dan ketiga kepada semua organisasi yang memberinya kesempatan untuk bisa berbagi, bisa melayani sesama dengan keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Jokowi Sebut Usaha Mebelnya Kalah dengan Usaha Martabak Gibran

Penulis : Vicky Anggriawan,Aurora Denata