logo


Terimakasih Ibu Menteri, Bantuan Pabrik Pakan Mandiri Sudah Dirasakan Manfaatnya

Bantuan pabrik pakan ikan mandiri yang diterima oleh Pokdakan Pottotau, Kecamatan Lanrisang pada tahun 2016 silam kini sudah dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya ikan di sekitarnya.

24 Desember 2017 09:33 WIB

Launching Pakan Mandiri Barakka-557
Launching Pakan Mandiri Barakka-557
dibaca 1177 x

"Terima kasih kepada Ibu menteri Kelautan dan Perikanan yang telah memberi bantuan pabrik pakan ikan mandiri. Kini peralatan tersebut sudah dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya ikan di kampung kami," ungkap Syarifuddin Zain, penerima bantuan program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) 2016.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya untuk mewujudkan kemandirian para pembudaya ikan khususnya dalam penyediaan pakan ikan. Karena itu, pihak KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), menggerakkan program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI).


Tahun Depan, KKP Siapkan Anggaran Gerpari Sebesar 120 Miliar

Kini, program Pemerintah tersebut sudah dimanfaatkan oleh kelompok pembudidaya ikan di kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Bantuan pabrik pakan ikan mandiri yang diterima oleh Pokdakan Pottotau, Kecamatan Lanrisang pada tahun 2016 silam kini sudah dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya ikan di sekitarnya.

"Kami sudah beroperasi sejak 2016 dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 kilogram per bulan," ungkap Syarifuddin Zain yang merupakan ketua Pokdakan Pottotau yang juga pengurus Koperasi Syariah Lanrisang pengelola pabrik pakan ikan mandiri di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang.

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah ini bukan merupakan subsidi, tetapi merupakan stimulan untuk menggugah semangat masyarakat. Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian Pemerintah melalui KKP dalam meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang perikanan budidaya.

Abdul Waris salah seorang pembudidaya bandeng di kecamatan Lanrisang mengakui banyak manfaat yang dirasakan setelah adanya pabrik pakan ikan mandiri di daerahnya. Selain mudah dijangkau karena lokasinya berada di sekitar kawasan budidaya ikan juga harga di bawah dari harga pakan komersial.

"Kami sangat termotivasi sebab nafsu makan ikan meningkat setelah diberi pakan mandiri sehingga cepat panen 3-4 bulan padahal sebelum diberi pakan masa budidaya 4-7 bulan untuk mencapai size yang sama yaitu 5 ekor per 2 kg," ungkap Waris.

Syarifuddin menambahkan, pakan ikan mandiri yang dikelolanya memanfaatkan bahan baku lokal seperti dedak, ikan rucah dan bahan-bahan lainnya. Bahan baku dedak cukup melimpah mengingat di daerah ini selain sentra budidaya ikan juga merupakan daerah lumbung pangan, sehingga banyak limbah hasil pertanian kurang termanfaatkan seperti dedak.

Demikian juga tepung ikan yang bahan bakunya juga melimpah seperti ikan mujair yang merupakan hama di tambak. "Dahulunya ikan-ikan mujair banyak dibuang karena masyarakat disini kurang berminat mengonsumsi. Kini tidak lagi terbuang karena bisa dihargai Rp 5.000 per kilogram basah. Otomatis masyarakat pembudidaya mendapatkan pendapatan tambahan dari hasil ikan liar dari tambak.

"Dengan bahan baku lokal yang diperoleh dengan harga murah sehingga produksi pakan kita jual ke pembudidaya dengan harga terjangkau yakni Rp 7.000-9.000/kg dengan kadar protein 27-30 persen," Kata Syarif.

Selain dipasarkan ke pembudidaya di kabupaten Pinrang, produksi pakan mandiri yang di-launching pada pertengahan 2017 juga merambah pasar di kabupaten tetangga seperti Kabupaten Enrekang, Barru, bahkan sampai ke provinsi Sulawesi barat. Pakan mandiri dengan merek dagang.

"Barakka- 557” memiliki arti tersendiri. Barakka (bugis) yang dalam bahasa Indonesia 'Berkah'. Sedangkan Barakka dalam akronimnya bahan racikan lokal' artinya pakan ikan yang diproduksi dengan bahan baku dan racikan lokal sesuai dengan kebutuhan pembudidaya. Kemudian arti dari 557 adalah 5 dalam bahasa bugis artinya tangan. Angka 7 adalah bahasa bugis artinya benar atau keberuntungan, jadi Barakka-557 memiliki pengertian Bahan racikan lokal yang dikelola secara bersama (dua tangan) untuk mencapai keuntungan bersama.

Ditulis oleh: Abdul Salam Atjo

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Tak Hanya Gerpari, DJPB juga Buat Program 1 Juta Benih Ikan untuk Masyarakat

Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari
×
×