logo


KKP: Neraca Perdagangan Perikanan RI Pada Oktober 2017 Surplus 1,7 Persen

Negara pelanggan setia hasil tangkapan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Asean, China dan Uni Eropa.

16 Desember 2017 17:34 WIB

Nelayan menurunkan ikan tuna hasil tangkapan di pelabuhan Muara Baru Jakarta, (27/05).
Nelayan menurunkan ikan tuna hasil tangkapan di pelabuhan Muara Baru Jakarta, (27/05). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyatakan, neraca perdagangan hasil perikanan Indonesia pada Oktober 2017 surplus 1,7%, di mana nilai ekspor meningkat 1,7% dan nilai impor meningkat 4,3% dibandingkan September 2017.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo, mengungkapkan, ekspor perikanan secara volume hingga kuartal III 2017 mencapai 862 ribu ton. Sedangkan pada total ekspor di 2016 sebesar 881 ribu ton.

"Terjadi penurunan volume ekspor dari 881 ribu ton menjadi 862 ribu ton. Namun, turunnya volume ekspor tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan nilai ekspor," kata Nilanto di Kantor KKP, Jumat (15/12).


RI dan Arab Saudi Sepakat Perluas Ekspor Perikanan ke Timur Tengah

Nilanto mengatakan, setidaknya ada lima komoditas utama (top five) yang menjadi primadona, yakni udang, Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC), Rajungan-Kepiting (RK), Cumi-Sotong-Gurita (CSG) dan Rumput Laut (RL).

"Kelima komoditi ini merupakan porsi utama dari segi nilai dengan total sekitar 76,6%, volume ekspor 67,3%, dengan tren pertumbuhan positif 8,70% terhadap nilai ekspor atau 3,77% terhadap volume pada periode Januari-Oktober tahun 2016-2017," beber Nilanto.

Dirjen PDSPKP KKP, Nilanto Perbowo (Foto: Jitunews/Riana)

Nilanto menambahkan, pencapaian tersebut menunjukkan sebagian besar produk ekspor berupa produk unggulan bernilai tambah, sedangkan produk impor sebagian besar berupa bahan baku dan tepung ikan.

Sementara itu, negara pelanggan setia hasil tangkapan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Asean, China dan Uni Eropa. Di mana, total nilai ekspor selama Januari-Oktober 2017 mencapai 85,3 persen, tumbuh 8,18 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara, total volume ekspor mencapai 84,6 persen, atau tumbuh 0,19 persen.

Lebih jauh, Nilanto mengungkapkan, tren tiga tahun ke belakang membuat KKP optimis lebih realistis. Oleh karena itu, pemerintah bakal menurunkan target ekspor pada 2018.

"Target tahun depan kami patok hanya US$ 5,4 miliar," tandas Nilanto.

Alasannya, ada penurunan ekspor secara besar-besaran terjadi untuk porsi ikan murah dengan nilai tambah kecil. Produk ikan yang belum bisa diidentifikasi ini jumlah penurunnya bisa mencapai 9,25% per tahun.

Sementara itu untuk impor, Nilanto juga mencatat, impor tidak menjadi kekhawatiran karena volumenya stagnan di kisaran 400 ribu ton. Serta, harga rata-rata tahunannya juga hanya US$ 1,33 per kilogram.

 

Wilayah Asia Masih Jadi Daya Tarik Ekspor Perikanan Bitung

Halaman: 
Penulis : Riana