logo


Dirjen PSP Kementan: Optimalkan Lahan Rawa dengan Mekanisasi Pertanian

Pending memaparkan bahwa dari data Kementan, luas lahan rawa lebak, pasang surut dan lahan kering mencapai 33 juta hektar, yang terdiri dari 20 juta hektar lahan pasang surut dan lahan kering, 13 juta hektar lahan rawa lebak.

15 Desember 2017 14:03 WIB

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), menghadiri acara Rapat Koordinasi Gabungan Evaluasi UPSUS 2017 dan Persiapan Kegiatan 2018, di Palembang, Rabu (13/12).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), menghadiri acara Rapat Koordinasi Gabungan Evaluasi UPSUS 2017 dan Persiapan Kegiatan 2018, di Palembang, Rabu (13/12). Ist

PALEMBANG, JITUNEWS.COM - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Pending Dadih Permana, menuturkan bahwa potensi lahan rawa di Sumatera Selatan cukup besar, yaitu sekitar 240 ribu hektar dari 483 ribu hektar termasuk lahan pasang surut di dalamnya. Di samping itu, masih terdapat lahan kering seluas 772 ribu hektar.

Karenanya, untuk mengoptimalkan lahan tersebut, Pending pun mengimbau masyarakat khususnya petani untuk manfaatkan mekanisasi yang ada.

"Jangan sampai masih ada alsintan yang tidak termanfaatkan dan masih berada di dinas. Segera manfaatkan alsin tersebut khususnya untuk lahan-lahan bukaan baru di lahan rawa," tutur Pending Dadih Permana, dalam acara Rapat Koordinasi Gabungan Evaluasi UPSUS 2017 dan Persiapan Kegiatan 2018, di Palembang, Rabu (13/12) lalu.


Ini 'Senjata' Balitbangtan Agar Lahan Rawa Lebih Produktif

Menurutnya, lahan tersebut merupakan potensi yang tidak boleh dibiarkan. Apalagi Indonesia sedang mengejar cita-cita menuju Indonesia 2045 sebagai Lumbung Pangan Dunia. Untuk itu, perlu kerja bersama.

"Dalam mengoptimalkan lahan kurang produktif menjadi produktif, mengaktualisasikan potensi itu sangat tergantung pada sumber daya manusia baik yang ada pada birokrasi yang mengawal program maupun petani atau kelompok tani pada lokasi kawasan yang akan kita coba tanami," tanadsnya.

Lebih lanjut, Pending memaparkan bahwa dari data Kementan, luas lahan rawa lebak, pasang surut dan lahan kering mencapai 33 juta hektar, yang terdiri dari 20 juta hektar lahan pasang surut dan lahan kering, 13 juta hektar lahan rawa lebak.

Untuk pemanfaatannya, kata dia, petani harus menunggu selama 6 bulan karena harus menunggu air surut dulu. Disatu sisi petani terbatas ekonomi untuk budidaya tanaman, dan di sisi lain mereka menghadapi kondisi alam seperti ini. Untuk itu, sambung dia, perlu keseriusan semua pihak dalam penanganan lahan pasang surut ini.

Pending meminta, kepada penanggung jawab kegiatan agar instrumen program terus dikawal. Dinas Pertanian Tanaman Pangan kata dia, perlu mengetahui perkembangan tanaman di lapangan.

"Juga penanggung jawab kegiatan kabupaten agar rutin melaporkan data lapangan tepat waktu, paling lambat tanggal 25 setiap bulannya. Seluruh investasi pada program yang dilaksanakan dicatat dalam laporan keuangan," imbaunya.

Terkait program UPSUS, posisi standing crop pertanaman bulan September seluas 233 ribu hektar, Oktober seluas 52 ribu hektat dan November 62 ribu hektar, mulai bulan ini sampai Januari 2018 akan dilaksanakan panen raya. Pending optimis provitas di wilayah binaannya itu akan meningkat.

Untuk itu, ia berharap agar Kepala Dinas menugaskan para penyuluh pertanian untuk melakukan ubinan pada setiap panen.

"Lakukan ubinan dengan benar, gunakan kaidah-kaidah ubinan kemudian laporkan ke dinas pertanian. pastikan juga kegiatan terus berlanjut, habis panen dilanjutkan penanaman kembali," tuntasnya.

Mekanisasi Pertanian Menjadi Hal Penting dalam Mendukung Peningkatan Produksi

Halaman: 
Penulis : Riana