logo


Kata Fahri Hamzah Soal 'Restu' Trump Terhadap Ibu Kota Israel di Yerusalem

Menurut Fahri, Trump sangat sibuk dengan kepentingannya sehingga tidak pernah baca sejarah dunia.

8 Desember 2017 15:22 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, angkat bicara terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menjadikan Yerusalem  sebagai ibu kota Israel.

Donald Trump Sesat Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Menurutnya, Trump sangat sibuk dengan kepentingannya sehingga tidak pernah baca sejarah dunia.

“Amerika sibuk dengan diri dan kepentingannya sendiri. Apalagi Presiden Donald Trump sendiri tidak pernah baca sejarah, tidak baca konteks dunia. Dia sibuk untuk mengurai bagaimana keluar dari masalah di negerinya sendiri,” ujar Fahri di Jakarta, Jumat (8/12).


Trump Klaim Atas Yerusalem, PDIP Ingatkan Legitimasi KAA ke Palestina

Lebih lanjut, Fahri menilai bahwa pernyataan Trump tersebut sangat tidak berdasar. Pasalnya, Yerusalem itu adalah bagian dari sejarah orang Palestina yang daerah sekitarnya semua sudah dirampas Israel. 

“Sekarang ini Trump malah membuat pengumuman bahwa Ibu Kotanya diambil alih. Itu ngawur sekali!,” tegasnya.

Kendati demikian, Fahri berharap dunia tidak bereaksi secara ekstrem dalam menyikapi pernyataan Trump tersebut, pasalnya itu adalah bentuk provokasi terhadap dunia untuk menciptakan kekacauan, dimana tujuannya agar masalah yang menjadi inti persoalannya terlupakan.

“Ini kan kabinet Trump sedang goyang. Dan itu urusan dalam negerinya dia,” tuturnya. 

Tapi, kata Fahri, apabila Trump mengacaukan Bumi Palestina yang sedang dirancang sejak lama oleh dunia kemerdekaannya, maka negara-negara bersatu itu jangan mau bergeming dan terprovokasi atas pernyataan Presiden AS tersebut.

“Kongsi dia (Trump) dengan Netanyahu ini sama-sama punya motif yang jahat kepada keadilan dan kepada perdamaian dunia, karena mereka semua sebentar lagi akan berakhir. Indonesia harus lebih keras sikapnya, bukan hanya menyesalkan. Kita mesti kembali pada esensi pendiri bangsa kita dan posisi Palestina di dalamnya,” tuturnya.

“Kalau kita membiarkan pencaplokan ini, apalagi sudah setiap hari Israel mencaplok tanah-tanah di sekitar orang Palestina, sekarang jantung nya dicaplok. Ini kan kejahatan yang mengabaikan semua resolusi yang pernah ada, termasuk Resolusi PBB. Jadi saya kira, Indonesia harus lebih keras dan tegas berdirinya,” pungkasnya.

Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Bisa Membawa Masalah Trump ke Forum Internasional

Penulis : Khairul Anwar, Riana