logo


DPR: Indonesia Sudah Seharusnya Memikirkan Regulasi Tentang Energi Berkelanjutan

Menurut Satya, yang belum dipikirkan oleh Indonesia saat ini adalah dampak dari regulasi yang diterapkan atau yang disebut externality.

8 Desember 2017 12:27 WIB

Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Yudha.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Yudha. dok. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, mengatakan bahwa Indonesia sudah seharusnya memikirkan regulasi tentang energi yang berkelanjutan atau sustainable energy

Indo EBTKE ConEx 2017: Jonan Optimis Pengembangan EBT Akan Kompetitif dan Terjangkau

Menurutnya, yang belum dipikirkan oleh Indonesia saat ini adalah dampak dari regulasi yang diterapkan atau yang disebut externality. Contohnya, pemilihan batubara dilakukan meski lebih murah tetapi tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan. 

“Apabila faktor eksternal dimasukkan dalam cost membangun pembangkit batubara, saya yakin geothermal dan sumber energi bersih lainnya bisa kompetitif. Maka selanjutnya kita DPR bersama pemerintah sesuai dengan perjanjian paris tahun 2015 (COP 21) harus membuat regulasi yang memasukkan faktor externality tersebut dalam setiap kebijakan energi, dengan demikian kebijakan yang diambil tersebut berkelanjutan atau sustainable,” jelas Satya di Jakarta, Jumat (8/12).


Menteri ESDM Ignasius Jonan Resmikan Pameran Indo EBTKE ConEx 2017

Satya menambahkan, saat dia bersama dengan beberapa anggota DPR melakukan pertemuan dengan Prof. Mark C. Thurber, Guru Besar dan Associate Director Program On Energy And Sustainable Development, Universitas Stanford, San Francisco, Amerika Serikat. Di sana, dia belajar tentang carbon pricing. Yang mana, carbon pricing sendiri adalah kebijakan yang mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan. Sejauh mana sebuah industri bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungannya. 

“Jika carbon pricing ini diterapkan dirinya yakin akan menimbulkan paradigma baru dan cara pikir baru bagaimana industri bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” pungkasnya.

Sektor EBT Makin Menggeliat di Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Penulis : Khairul Anwar, Riana