logo


"Kalau Negara Memanggil Pasti Saya Siap"

Sampai dengan akhir maret 2018 mendatang, Gatot Nurmantyo masih prajurit TNI

8 Desember 2017 09:23 WIB

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diarak sejumlah prajurit Kopassus.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diarak sejumlah prajurit Kopassus. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COMNama Gatot Nurmantyo masuk dalam bursa Cawapres 2019. Ia juga dinilai pihak tertentu cocok mendampingi Jokowi dalam pemilu mendatang. 

CSIS: Gatot Populer Karena Dia Panglima, Kalau Sudah Lengser Tak Punya Kekuatan Apa-apa

Namun demikian, hingga saat ini, pihaknya enggan berkomentar banyak. Sebab, hingga akhir maret 2018 mendatang, ia masih seorang prajurit TNI dan tak boleh berurusan dengan politik.

"Saya sampai dengan akhir Maret masih prajurit TNI, tidak boleh berurusan dengan politik,” tegasnya di sela “pamitan” Gatot di markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).


Pengamat: Pilkada Bukan Seperti Perlombaan Agustusan

Meski demikian, jika sewaktu-waktu dipanggil oleh negara, ia mengaku siap untuk menjadi abdi negara.

"Kalau negara memanggil, pasti saya siap," jelasnya.

Elektabilitas yang tinggi dalam survei, membuat beberapa pihak menilai jika Gatot cocok disandingkan dengan Jokowi. Dalam hal ini, pihaknya mengatakan jika sah-sah saja orang mengeluarkan pendapatnya.

"Kalau orang berpersepsi, ya boleh-boleh saja. Mau dibilang seperti ini, ya silakan saja," ucapnya.

Panglima TNI: Mutasi Jabatan 85 Pati Sudah Melalui Prosedur Wanjakti TNI

Penulis : Ratna Wilandari