logo


Gatot Nurmantyo Diminta Siapkan Transisi Manajerial untuk Panglima TNI Baru.

Direktur Imparsial, Al Araf menilai langkah Presiden memajukan KSAU Hadi Tjahjanto untuk dimajukan ke DPR adalah sesuatu yang baik

5 Desember 2017 19:33 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Imparsial, Al Araf menilai langkah Presiden memajukan KSAU Hadi Tjahjanto untuk dimajukan ke DPR adalah sesuatu yang baik, karena hal tersebut sejalan dengan semangat UU TNI yang secara implisit mensyaratkan kepada presiden agar melakukan pergantian secara bergiliran antar angkatan.

Ingin Lakukan Ini Usai Pensiun, Gatot Nurmantyo Tak Mau Kalah dari Presiden Jokowi

"Namun DPR tetap perlu melakukan uji kompetensi, komitmen dan integritas calon panglima TNI baru dalam proses fit and proper test, khususnya terkait dengan komitmen untuk melakukan transformasi TNI ke arah yang lebih profesional dan modern, penghormatan terhadap nilai HAM dan komitmen anti korupsi serta mendukung agenda reformasi TNI,” ujar Al Araf di Jakarta, Selasa (5/12).

Menurutnya, langkah DPR untuk segera melakukan proses fit and proper test tersebut sangat penting untuk panglima baru dalam mendorong peningkatan kesejahteraan prajurit.


Soal Hadi Tjahjanto, Gerindra: Mau Orang Dekat atau Jauh Jokowi, yang Terpenting Loyalitas dan Netral di Pemilu

"Dengan pengajuan calon panglima TNI baru itu, maka sudah sepatutnya DPR segera untuk melakukan proses fit dan proper test dan meminta masukan dari lembaga seperti KPK dan Komnas HAM dan lainnya,” tuturnya.

Al Araf menjelaskan dengan pengajuan surat presiden ke DPR terkait pergantian panglima TNI, maka sudah sepatutnya panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk menyiapkan proses transisi manajerial kepada Panglima TNI baru.

"Dengan kata lain panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo diharapkan untuk tidak membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya strategis di TNI,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, di masa transisi ini panglima TNI, Gatot Nurmantyo sebaiknya menyiapkan bahan bahan yang perlu dilanjutkan oleh panglima TNI baru di dalam kerangka mendorong proses transformasi TNI ke arah yang profesional dan modern.

“Sehingga secara etik, adalah tidak tepat jika di masa transisi manajerial ini panglima membuat kebijakan kebijakan yang sifatnya strategis,” jelasnya.

“Pergantian panglima TNI sudah sepatutnya tidak hanya sebatas pergantian prosedural semata tetapi perlu menjadi momentum untuk membangun dan meningkatkan tentara yang profesional dan modern,” pungkasnya.

Isu Kedekatan Hadi dan Jokowi, Pimpinan DPR: Justru Harus Dekat

Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata