logo


2017, Indonesia Raih Peringkat ke-7 Penghasil Jagung di Dunia

Peningkatan produksi 2017 ini berkat Program Upsus melalui pengembangan jagung 3 juta hektar, integrasi sawit/kebun dan perhutani dengan jagung

24 November 2017 09:50 WIB

Petani mengumpulkan jagung hasil panen.
Petani mengumpulkan jagung hasil panen. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerja nyata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam kurun waktu 2014 hingga 2017 dalam meningkatkan produksi jagung, tidak hanya menjadikan Indonesia saat ini telah berdaulat jagung, tetapi juga diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan petani. Namun yang lebih mengejutkan, pada tahun 2017, Indonesia menempati peringkat ke-7 sebagai negara penghasil jagung terbanyak di dunia.

“Sebelumnya pada tahun 2014, berdasarkan data FAO, Indonesia berada di peringkat ke-9 di dunia. Tapi pada tahun 2017 ini peringkat Indonesia diproyeksikan naik ke peringkat ke-7 dunia sebagai negara penghasil jagung,” demikian ungkap Kepala Bidang Komoditas Pangan, Anna Astrid, di Jakarta pada hari Kamis (23/11).

Dia menjelaskan, peningkatan peringkat tersebut diukur dari keberhasilan suatu negara meningkatkan produksi jagung. Pengukurannya menggunakan satuan bushels sebagai unit ukuran volume kering dalam perdagangan komoditas pertanian khususnya di Amerika Serikat dan Eropa. Satu bushels sama dengan 25,40 kg.


Wagub Jateng Ungkap Kita Masih Terjajah dalam Memerdekakan Mutu Pangan Berkualitas

Anna Astrid yang biasa disapa Anna menyebutkan, berdasarkan data FAO, produksi jagung Indonesia pada tahun 2014 hanya 748,32 ribu bushels. Sementara pada tahun 2017, berdasarkan data ARAM-II 2017 produksi jagung sebesar 28 juta ton atau 1.100 juta bushels atau 1,1 Milyar bushels.

“Peningkatan produksi tahun 2017 ini berkat Program Upsus melalui pengembangan jagung 3 juta hektar, integrasi sawit/kebun dan perhutani dengan jagung, kemitraan GPMT dengan petani jagung dan kebijakan harga bawah di petani, sehingga mendongkrak peringkat Indonesia dan pada tahun 2017 sudah swasembada jagung. Pada tahun 2017 tidak ada impor jagung untuk pakan ternak,” sebutnya.

Perlu diketahui, negara yang menempati peringkat 1 penghasil jagung di dunia adalah Amerika Serikat, China peringkat ke 2, Brazil peringkat ke 3, Iowa peringkat ke 4, Argentina peringkat ke 5 dan Ukraina peringkat 6.

Artinya terang Anna, Indonesia berhasil juga mendekati Ukraina yang produksinya 1,30 juta bushles. Pada tahun 2018 Kementan mengarahkan untuk pengembangan 4 juta hektar jagung.

“Harapannya 1 hingga 2 tahun ke depan peringkat Indonesia naik menjadi peringkat 5 di atas Argentina dan Ukraina,” pungkasnya.

Menko PMK Tekankan Pentingnya Mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
×
×