logo


Wagub Jateng Ungkap Kita Masih Terjajah dalam Memerdekakan Mutu Pangan Berkualitas

Pembangunan kedaulatan pangan akan menghasilkan produksi pangan berdasar pergeseran permintaan yang menjadi kebijakan pangan.

21 November 2017 23:39 WIB

Wagub Jateng, Heru Sudjatmoko
Wagub Jateng, Heru Sudjatmoko Jitunews/Amalia

SOLO, JITUNEWS.COM- Fenomena gejolak pangan jadi tema besar yang diusung oleh Dewan Ketahanan Pangan Jawa Tengah yakni ‘Perwujudan Kedaulatan Pangan Melalui Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan’.

Kedaulatan pangan memegang peranan strategis di dalam pembangunan nasional melalui penyediaan pangan yang cukup, aman, beragam dan bergizi dan terjangkau dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kualitas SDM. Pembangunan kedaulatan pangan akan menghasilkan produksi pangan berdasar pergeseran permintaan yang menjadi kebijakan pangan.

Jumlah pangan tercukupi jika kecenderungan lahan memadai, namun melihat fenomena saat ini semakin sempit lahat, ketersediaan sumber air dan tenaga kerja sumber daya yang memadai berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan dan mewujudkan mutu pangan yang berkualitas.


I Kadek Arimbawa Menilai Ada Kebijakan Ketahanan Pangan yang Belum Terwujud

“Untuk cepat kaya pulang ke desa karena kaya itu sebenarnya persepsi dilihat dari ukuran ganteng dan cantik ketika dulu dijajah orang Belanda, Eropa, Jepang mereka berpawakan sempurna. Beda persepsi jika kita (Indonesia) yang menjajah mereka itu artinya jadi jiwa kita ukurannya masih terjajah belum merdeka” ungkap  Wagub Heru Sudjatmoko saat membuka sambutan rakor, di Hotel Syariah Solo, Kota Surakarta, Selasa (21/11).

Program pemanfaatan lahan terus dipacu utamanya generasi muda agar dikenalkan dengan dunia pertanian. Bahasan Impor kebutuhan di Indonesia sebesar 70 persen dari seluruh kebutuhan yang ditutup dengan impor ini mendukung inflansi.

Kebutuhan paling besar yang mendorong inflansi yaitu bersumber dari pangan. Utamanya produksi tiga komoditi di jawa Tengah padi 11,50 juta ton, jagung 3,5 juta ton, kedelai 74.800 juta ton. Meskipun secara kuantitas mencukupi kecuali kedelai dan tebu masih perlu di dorong masih tergolong cukup namun mutu yang dilihat dari visual dan non visual (keamanan pH, mikroba).


Reporter: Amalia Syahida (Solo).

Optimis Terapkan 3 Aspek Unggulan terhadap Keamanan dan Mutu Pangan

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari
×
×