logo


Jika Saudi-Iran Berperang, Takbir dari Pihak Mana yang Paling Menyayat (Selesai)

Jika melihat kehancuran akibat perang, sepertinya Saudi dan Iran akan memilih tempat (negara) yang tepat di luar wilayah mereka untuk menggelarnya.

19 November 2017 07:30 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aroma persaingan Arab Saudi dan Iran belakangan sepertinya bakal mengarah pada sebuah peperangan. Terlebih simpul-simpul negara berbasis Sunni dan Syiah kian hari menunjukan ketegasan keberpihakan ke salah satu negara tersebut.

Raja Salman Bakal Turun Tahta Pekan Depan

Lantas, apakah perang antara Arab Saudi dan Iran bakal segera terjadi?

Sejauh ini, Riyadh dan Teheran sesungguhnya memang sudah berperang dengan metode proksi dengan menggunakan lokasi di wilayah negara-negara tertentu. Tapi, insiden meledaknya roket balistik di wilayah Arab Saudi dari Yaman, yang diduga dilakukan oleh Syiah Houthi, bukan tak mungkin bakal menyebabkan malapetaka yang amat dahsyat.


Menarik, Inilah Penyebab Utama Konflik Saudi dan Iran (Bagian I)

Salah satu wilayah yang amat mungkin menjadi medan tempur antar pengaruh Saudi dan Iran adalah perairan Teluk. Wilayah perbatasan maritim antar keduanya itu bisa jadi sebagia arena pertempuran.

Hanya saja, baik Saudi maupun Iran, harus berpikir lebih jernih jika pada ujungnya menggunakan kekuatan militer dalma upaya mempertegas pengaruhnya di kawasan.

Mengingat, Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat lainnya, termasuk Rusia, kebebasan navigasi di Teluk sangat penting. Dan setiap konflik yang menghalangi jalur air, yang dinilai penting untuk pelayaran internasional dan transportasi minyak, sesungguhnya bakal dengan mudah mengundang angkatan laut dan udara AS atau Rusia sekalipun untuk ikut campur dalam pertempuran Saudi dan Iran.

Meskipun beberapa pengamat meyakini, AS-Rusia tak akan ikut tampil berperang jika perang Suadi dan Iran pecah. Tetapi kemungkinan dua negara barat itu terlibat tetap saja ada, tergantung dari hasil beberapa babak dari pertempuran yang berlangsung.

AS dan sekutunya, termasuk Israel, memang sudah sejak lama menilai Iran sebagai kekuatan yang merusak kestabilan di Timur Tengah yang harus segera dilumpuhkan. Tapi, jika AS ikut campur dalam perang, maka bukan tak mungkin Rusia pun bakal turun tangan termasuk pula mengajak China sebagai negara yang sedang unggul di sektor perekonomian global.

Jika hal tersebut terjadi, maka perang hegemoni antara Saudi dan Iran bakal terdistorsi oleh kepentingan global.

Sejauh inik epemimpinan Saudi di jazirah Arab semakin melihat Iran sebagai ancaman eksistensial dan Putera Mahkota Saudi tampaknya bersedia mengambil tindakan apapun yang dianggap perlu untuk dilakukan. Termasuk dimanapun Pangeran Mohammed bin Salman menganggap perlu, ia bakal melakukan sejumlah upaya demi menghadapi pengaruh Teheran yang meningkat.

Bahayanya adalah bahwa aktivisme baru Arab Saudi dengan cepat menjadikannya sebagai sumber ketidakpastian lebih lanjut di wilayah ini. Akankah peperanagn bakal terjadi? Bisa iya bisa jiga tidak.

Jika melihat kehancuran akibat perang, sepertinya Saudi dan Iran akan memilih tempat (negara) yang tepat di luar wilayah mereka untuk menggelarnya. Setidaknya setelah film aksi ISIS mendekati episode terakhir, maka film selanjutnya bakal mengangkat tema Sunni versus Syiah.

Jika temanya adalah Sunni versus Syiah, maka pihak-pihak yang tak memiliki kaitan langsung dengan adu pengaruh antara Saudi dan Iran seperti Turki, Hamas dan kelompok militansi lainnya bukan tak mungkin ikut rembug dalam peperangan tersebut sesuai dengan porsinya masing-masing.

Adu Pengaruh Hingga Pengerahan Militer Arab Saudi dan Iran di Kawasan (Bagian II)

Penulis : Syukron Fadillah