logo


WEConnect International dan Freeport-McMoRan Bantu Bisnis Milik Perempuan Indonesia

Didirikan pada 2009, WEConnect International menghubungkan anggota dari kelompok buyer dengan bisnis yang dimiliki perempuan yang siap bersaing di rantai nilai global.

16 November 2017 17:46 WIB

Elizabeth Vazquez, CEO & Co-founder WEConnect International menyampaikan sambutan dalam membuka acara Women’s Business Growth Summit yang diselenggarakan untuk memperluas peluang pasar bagi bisnis yang dimiliki oleh perempuan di Indonesia.
Elizabeth Vazquez, CEO & Co-founder WEConnect International menyampaikan sambutan dalam membuka acara Women’s Business Growth Summit yang diselenggarakan untuk memperluas peluang pasar bagi bisnis yang dimiliki oleh perempuan di Indonesia. Dok. PT Freeport Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - WEConnect International berkolaborasi dengan Freeport- McMoRan Foundation menyelenggarakan Women’s Business Growth Summit di Jakarta hari ini, dengan tema “Mengembangkan Peluang Pasar bagi Bisnis yang Dimiliki Perempuan di Indonesia”.

Penyanderaan Warga di Mimika Dapat Dikategorikan sebagai Teroris Supersif

Acara ini menghadirkan lebih dari 65 peserta yang terdiri atas pemilik bisnis perempuan, perwakilan korporasi yang berkomitmen untuk membeli dari perusahaan supplier yang dimiliki perempuan, perwakilan lembaga pemerintah dan asosiasi industri, yang duduk bersama untuk mendiskusikan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan akses pasar bagi bisnis-bisnis yang dimiliki perempuan pada rantai nilai baik domestik dan internasional.

“Kami sangat senang dapat mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan dengan beragam aspirasi di pertemuan ini, baik untuk memperluas jejaring maupun berbagi pengalaman”, kata Elizabeth Vazquez, CEO & Co-Founder WEConnect International.


Polri Tak Konsisten Gunakan Istilah Terorisme Terhadap Penyanderaan di Papua

“Kami meyakini bahwa peluang bisnis yang diciptakan dengan mempertimbangkan kebutuhan perempuan secara spefisik, seperti halnya pertemuan hari ini, akan mengundang partisipasi dari lebih banyak perempuan di berbagai negara, meningkatkan kapasitas pendapatan mereka, dan, pada
akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan”, tambah Vazquez.

Sejumlah riset ekstensif internasional menunjukkan bahwa dukungan pada pemberdayaan perempuan dari aspek ekonomi mampu mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial, juga mendorong keberlanjutan dan perbaikan kondisi sosial pada komunitas secara luas. Pada saat perempuan mampu meningkatkan pendapatannya, mereka cenderung untuk menginvestasikan kembali sebagian besar pendapatan tersebut pada keluarga dan komunitas mereka, berbagi kemakmuran jauh di luar kepentingan mereka sendiri. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa tingkat kemiskinan di negara-negara dengan kesetaraan gender yang lebih kuat cenderung lebih rendah.

Freeport-McMoRan berkomitmen mendukung pemberdayaan perempuan dari aspek ekonomi melalui berbagai program, sebagaimana dukungannya pada “Women’s Business Growth Summit” hari ini. Acara ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia, yang diposisikan sebagai upaya untuk menghubungkan perempuan dengan peluang-peluang untuk mengembangkan usaha kecil, meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat berpartisipasi
dalam perekonomian lokal secara setara, dan membantu menciptakan komunitas yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Inisiatif dan kemitraan antara WEConnect International dan Freeport-McMoran Foundation juga selaras dengan dengan Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan oleh PBB, khususnya SDG nomor 5 terkait kesetaraan gender, yaitu upaya untuk mewujudkan partisipasi perempuan secara menyeluruh dan efektif serta kesetaraan kesempatan dalam kehidupan ekonomi dan publik.

Di tahun 2017, Perpres No. 59 telah disahkan untuk mendukung penerapan SDG di Indonesia melalui proses inklusif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Perpres tersebut merujuk pada SDG sebagai sebuah kerangka kerja untuk mengatasi isu ketidaksetaraan dalam serta memastikan tidak ada pihak yang tidak dilibatkan dalam proses pembangunan.

“Sudah merupakan komitmen Freeport-McMoRan Inc. untuk menjalin kemitraan dengan WEConnect International dan lembaga lainnya untuk bekerjasama menciptakan lingkungan yang membantu meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dari aspek ekonomi, termasuk di dalamnya implementasi inisiatif yang mendorong pengembangan usaha kecil dan kesiapan pemasok. Target kami adalah menjangkau sekurang-kurangnya 2.000 bisnis yang dimiliki oleh perempuan di sejumlah negara di mana perusahaan beroperasi antara tahun 2017 hingga 2020,” ujar Tracy Bame, President Freeport-McMoRan Foundation.

Beberapa topik diskusi yang dibahas pada acara Women’s Business Growth Summit hari ini mencakup, “Mengapa dan Bagaimana Korporasi Membeli dari Kelompok Perempuan”, “Peningkatan Sumberdaya Lokal”, “Pengembangan Usaha dan Penciptaan Peluang Pasar yang Berkelanjutan”, dan “Masa Depan Usaha yang Dimiliki Perempuan Indonesia”.

Tentang WEConnect International:

WEConnect International merupakan lembaga nirlaba global yang didirikan oleh sejumlah perusahaan multinasional yang berkomitmen dalam mencapai inklusivitas dan keberagaman pemasok serta mengembangkan kesempatan pasar bagi usaha-usaha yang dimiliki oleh perempuan. Setiap tahunnya, anggota korporat WEConnect melakukan pembelian barang dan jasa senilai lebih dari satu trilyun dolar, yang mana kurang dari satu persennya tertuju pada usaha-usaha yang dimiliki oleh perempuan, di sinilah alasan didirikannya WEConnect International untuk mengatasi
kesenjangan tersebut.

Didirikan pada 2009, WEConnect International menghubungkan anggota dari kelompok buyer dengan bisnis yang dimiliki perempuan yang siap bersaing di rantai nilai global, mendukung anggotanya dengan mengembangkan dan menumbuhkan upaya pemasokan secara inklusif di tingkat global, mengembangkan kapasitas bisnis yang dimiliki perempuan untuk dapat bersaing, saling menghubungkan bisnis yang dimiliki perempuan di lebih dari 100 negara dengan guna meraih kesempatan di tingkat internasional, serta mendukung penerapan standar global dan sertifikasi
internasional yang memverifikasi bahwa sebuah usaha benar-benar dimiliki perempuan.

Sertifikasi ini diakui di Amerika Serikat dan 21 negara lainnya sebagai sebuah mekanisme bagi perusahaan, konsumen, investor dan pemerintah untuk melakukan verifikasi bahwa sebuah usaha setidaknya terdapat 51 persen tingkat kepemilikan, pengelolaan, dan pengendalian oleh satu atau lebih perempuan.

Teror di Papua, PKS: Jangan Biarkan Ada Kelompok Bersenjata Ilegal di Negeri Ini

Penulis : Syukron Fadillah