logo


Sepakat! Indonesia dan Norwegia Perkuat Komitmen Kerjasama Bidang Akuakultur

Slamet Soebjakto menyatakan bahwa Norwegia memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan budidaya laut Indonesia ke depan.

16 November 2017 13:47 WIB

Pembukaan seminar internasional yang bertajuk “Sustainable Aquaculture Development” di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (16/11).
Pembukaan seminar internasional yang bertajuk “Sustainable Aquaculture Development” di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (16/11). Dok. Humas DJPB

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia dan Norwegia kembali menguatkan komitmen kerja sama di bidang Perikanan Budidaya, khususnya pengembangan budidaya laut. Komitmen tersebut antara lain ditunjukkan dengan penyelenggaraan seminar internasional yang digagas kedua negara yang bertajuk “Sustainable Aquaculture Development” di Fairmont Hotel Jakarta pada hari Kamis (16/11).

KKP Kembangkan Budidaya Ikan Lepas Pantai di Tahun 2017

Dalam rillis resminya, Kedutaan Besar Norwegia menyatakan bahwa tujuan seminar tersebut adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengembangan budidaya laut; dan mendiskusikan lebih lanjut peluang potensial untuk mengadopsi teknologi budidaya ikan di Norwegia dalam pengembangan budidaya laut Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyatakan bahwa Norwegia memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan budidaya laut Indonesia ke depan. Untuk itu, ia menilai, kerja sama Indonesia – Norwegia perlu terus diperkuat dengan mengedepankan kesamaan kepentingan antar kedua belah pihak.


Kembangkan Budidaya Ikan Lepas Pantai, KKP Siapkan Dana Rp 141 M

“Norwegia merupakan negara maju dengan mengandalkan akuakultur sebagai prime mover dalam mendongkrak perekonomian negaranya. Bayangkan, sekitar 80% Produk Domestik Bruto (PDB) Norwegia disumbang dari industri akuakultur. Kita dengan potensi sumber daya perikanan melimpah tentunya harus optimis mampu meniru langkah Norwegia,” tegas Slamet dalam keterangannya.

Slamet menambahkan, Norwegia merupakan contoh tepat sebagai negara yang mampu memanfaatkan potensi budidaya laut dengan inovasi teknologi modern utamanya pengembangan budidaya laut lepas pantai (off shore). Oleh karena itu, saat ini KKP menginisiasi penerapan teknologi tersebut dengan mengadopsi keseluruhan teknologi dari Norwegia. Apalagi menurutnya saat ini Presiden Jokowi menaruh perhatian besar pada pengembangan inovasi teknologi di bidang akuakultur.

“KKP saat ini sedang membangun KJA off shore di 3 lokasi yakni Pangandaran, Karimunjawa, dan Sabang. Teknologi kita adopsi dari Norwegia. KJA off shore ini akan siap ditebar ikan pada bulan Desember yang diharapkan dapat dilakukan langsung oleh Bapak Presiden. Teknologi ini juga menjadi referensi bagaimana sebuah industri marin kultur dikelola secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Vegard Kaale, mengatakan bahwa Norwegia dan Indonesia memiliki komitmen yang sama. Menurutnya, sebagai bagian komunitas global, kedua negara memiliki peran penting dalam memanfaatkan sumber daya perikanan secara berkelanjutan untuk mensuplai kebutuhan pangan global saat ini.

Dirinya menilai, Indonesia sangat berpeluang menjadi negara maju dengan memanfaatkan nilai ekonomi sumber daya akuakultur yang dimiliki. Oleh karena itu, Norwegia sangat mengapresiasi komitmen kerja sama kedua negara, dan Norwegia akan memusatkan perhatian pada pengembangan sektor ini di Indonesia. Bentuk komitmen tersebut antara lain keterlibatan perusahaan Norwegia dalam pengembangan KJA off shore di Sabang, Karimunjawa, dan Pangandaran.

“Norwegia sangat mendukung pengembangan akuakultur di Indonesia dan kami berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Indonesia punya potensi, sedangkan kami punya teknologi dan pengalaman dalam mengelola industri akuakultur, sehingga kerja sama ini akan sangat strategis ke depan,” terang Vegard.

Sementara itu, dalam seminar tersebut turut hadir beberapa perusahaan Norwegia yang bergerak di bidang akuakultur, di antaranya adalah Pharmaq AS dan Aquaoptima AS. Kedua perusahaan tersebut menyatakan siap untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman dalam penerapan teknologi di Indonesia.

Efektivitas penerapan regulasi di bidang industri akuakultur yang dilakukan Norwegia menjadi topik utama yang sangat bermanfaat bagi Indonesia, mengingat saat ini kebutuhan regulasi terkait tata kelola industri akuakultur menjadi bagian penting dalam menjamin iklim usaha akuakultur yang baik.

 

KKP Kembangkan Budidaya Laut Lepas Pantai

Penulis : Riana